Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Butuh 72 Ribu Hektare Wujudkan Swasembada Bawang Putih

Selasa 20 Jun 2017 20:30 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Dwi Murdaningsih

 Pekerja menata bawang putih saat dilaksanakananya operasi pasar komoditas bawang putih di Pasar Senen, Jakarta, Kamis (1/6).

Pekerja menata bawang putih saat dilaksanakananya operasi pasar komoditas bawang putih di Pasar Senen, Jakarta, Kamis (1/6).

Foto: Republika/Prayogi

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Sedikitnya Indonesia memerlukan 72 ribu hektare lahan bawang putih untuk mewujudkan swasembada bawang putih pada 2019. Prediksi ini dengan catatan produksi sebesar 8 ton per hektare. Angka tersebut diyakini akan mampu memenuhi kebutuhan bawang putih nasional sebesar 480 ribu ton.

"Lokasinya ada di Sembalun NTB, Temanggung Jawa Tengah, Magelang Jawa Tengah, Solok Sumatera Barat dan Tegal Jawa Tengah," ujar Sekretaris Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Sri Wijayanti kepada wartawan di Gedung Ditjen Hortikultura, Selasa (20/6).

Lokasi tersebut dipilih karena merupakan sentra bawang putih. Selain didukung keberadaan wilayah yang sesuai untuk pertanaman bawang putih, keberadaan petani bawang putih juga menjadi nilai tambah. Untuk diketahui, bawang putih dapat tumbuh baik di dataran tinggi 700 meter di atas permukaan laut (dpl).

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah mencari dan menyiapkan lokasi yang cocok. Sudah didapat 450 ribu hektare lahan yang cocok untuk bawang putih. Namun, dari besarnya angka tersebut kemudian akan dipilah lokasi terbaik dalam mewujudkan swasembada bawang putih.

Tak main-main, anggaran sebesar Rp 5 triliun akan digelontorkan Kementerian khusus untuk mewujudkan swasembada bawang putih.

"Itu untuk tiga tahun, 2017 sampai 2019," kata dia.

Selain penyediaan lahan, pemerintah juga akan membantu saranaa produksi (saprodi) seperti benih dan tenaga. Utuk merangsang minat petani dalam berporduksi bawang putih, kata Sri, diperlukan pihak yang mau menampung produk hasil panen mereka nantinya. Perum Bulog sebagai BUMN akan digandeng untuk membantu penyerapan hasil panen bawang putih.

Terkait kebutuhan benih, Direktur Perbenihan Hortikultura Sukarman mengatakan, semua pertanaman bawang putih pada 2017 harus dijadikan benih. Benih tersebut nantinya akan digunakan pada pertanaman 2018. Begitu juga dengan pertanaman 2018 yang akan dijadikan benih untuk pertanaman 2019. Ia menegaskan, benih yang dibutuhkan sekitar 800 kilogram hinnga 1 ton per hektare.

"Utamakan untuk benih," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA