Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

 

Pemuda Medan Itikaf di Istiqlal Berharap Dapat Jodoh

Sabtu 17 Jun 2017 16:35 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Agus Yulianto

Ilustrasi Itikaf

Ilustrasi Itikaf

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada sepuluh hari terakhir Bulan Ramadhan, umat Islam banyak yang melakukan iktikaf di Masjid Istiqlal, mulai dari yang tua hingga anak muda. Ribuan jamaah yang datang ke masjid ini tidak hanya dari Jabodetabek, tapi ada juga yang sengaja datang dari daerah.

Ribuan jamaah yang menginap di masjid terbesar se-Asia Tenggara tersebut berharap bisa melakukan ibadah yang bertepatan dengan turunnya lailatul qadar , sehingga doa-doanya dapat terkabulkan.

Salah satu pemuda asal Medan, Rifa'i (27 tahun) datang ke Masjid Istiqlal pada Jumat (16/6) kemarin dengan membawa tas ransel berukuran besar. Ia tampak berjalan melewati para penjual nasi yang berdagang di pelataran masjid.

Rifa'i berencana melakukan melakukan iktikaf di masjid tersebut selama sepuluh hari ke depan. Rifa'i mengatakan, dirinya telah membawa berbagai permbekalan pribadinya, seperti baju koko, sarung, baju ganti, serta peralatan mandi untuk menginap.

Selama sepuluh hari ke depan, Rifai akan banyak melakukan shalat malam, membaca Alquran, dan berdzikir kepada Allah SWT. Dengan demikian, Rifa'i berharap, doa untuk keluarganya di kabulkan oleh Allah. Selain itu, ia berharap, keinginannya untuk mendapatkan jodoh juga segera dikabulkan oleh Allah.

"Harapan doanya buat keluarga dan buat pribadi diri sendiri. Mudah-mudahan dapat Lailatul Qadar. Kalau buat pribadi sih mudah-mudahan cepat dapat jodoh," ujarnya saat berbincang dengan Republika.co.id.

Pemuda ini tampak berpakaian seperti anak muda biasanya yang agak sedikit modern. Ia mengenakan jaket dan mengenakan levis. Sekilas orang tak akan menyangka pemuda ini akan melakukan ibadah selama sepuluh hari ke depan.

"Persiapan ya cuma niat saja sih, ikhlas di masjid dan banyak berdoa," ucapnya.

Menurut dia, malam lailatul qadar merupakan malam yang istimewa dan tidak diketahui kapan malam tersebut akan turun. Namun, ia meyakini, malam itu akan terjadi di sepuluh malam terakhir Ramadhan, baik tanggal genap maupun ganjil.

Rifai mengaku, baru kali ini ia melakukan itikaf di Masjid Istiqlal dan berniat akan menginap di masjid itu hingga pelaksanaan shalat Idul Fitri. Biasanya, kata dia, tahun-tahun sebelumnya ia melakukan itikaf di Masjid Raya Medan yang kebetulan dekat dengan rumahnya.

"Kalau di Masjid Istiqlal baru tahun ini. Biasanya saya di Masjid Raya Medan," katanya.

Kepala Bagian Protokol dan Humas Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abd Salam mengatakan, tahun ini jamaah yang melakukan itikaf di Masjid Istiqlal mengalami peningkatan. Menurut dia, ribuan jamaah yang melakukan itikaf itu datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Bahkan, kata dia, dirinya sempat melihat ada salah satu jamaah yang datang dari luar negeri. Hal itu terlihat dari bahasa dan postur tubuhnya. "Yang datang itu dari sekitar Jabodetabek. Tapi ada satu dua orang yang datang dari daerah sengaja untuk Iktikaf di Istiqlal sambil menunggu Shalat Ed. Ada yang dari Kalimantan, Lampung, Sulawesi, dan Padang sana," ujar Abu Hurairah.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA