Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Blokade Qatar Ikut Pengaruhi Ekonomi Yordania

Rabu 14 Jun 2017 12:29 WIB

Rep: Crystal Liestia Purnama/ Red: Teguh Firmansyah

Warga Qatar berbelanja stok makanan.

Warga Qatar berbelanja stok makanan.

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, AMMAN – Perekonomian Yordania telah mengalami kerugian senilai dua juta dolar AS sejak penutupan perbatasan darat Arab Saudi pekan lalu akibat keretakan diplomatik Teluk. Hal ini berdampak pada ekspor Yordania menuju Qatar.

Pada 5 Juni, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan memulai blokade ekonomi terhadap negara Teluk tersebut. Yordania ikut, namun hanya sebatas mengurangi perwakilan diplomatik dengan Qatar.

Menurut sumber Asosiasi Eksportir dan Produsen Yordania untuk Buah dan Sayuran, perusahaan Yordania yang sebelumnya telah menandatangani kontrak ekspor dengan Qatar mulai mengekspor produk mereka melalui jalur udara.

Volume pengiriman Yordania ke negara Teluk juga turun menjadi 90 ton per hari. Sebelum blokade tersebut diberlakukan, Yordania biasa mengekspor produknya 600 ton per hari. 

Menurut Aljazirah yang dikutip Middle East Monitor, Rabu (14/6), Arab Saudi telah mencegah masuknya 85 truk Yordania yang penuh dengan sayuran dan buah-buahan, dan lebih dari 10 truk hewan ternak menuju ke Qatar.

Sementara itu Qatar sudah memulai mencari rute alternatif dan menyetujui kesepakatan baru dengan negara lain untuk melawan blokade yang diberlakukan oleh sebagian besar negara tetangganya di Arab.

Menurut Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, Turki siap membantu menyelesaikan perselisihan tersebut. Sedangkan pejabat Iran juga telah menawarkan untuk mengirim makanan ke Qatar melalui jalur laut.

Selain itu, perusahaan Denmark A.P Moller-Maersk A/S, yang memiliki jaringan kontainer terbesar di dunia memilih enggunakan rute alternatif.

Jumat lalu, pihak perusahaan mengumumkan akan memulai pengiriman kontainer ke Qatar melalui Oman untuk menghindari pembatasan perdagangan yang diberlakukan di negara kaya akan minyak dan gas alam itu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA