Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Mengapa Lorenzo Terkesan Lambat Bersama Ducati?

Jumat 09 Jun 2017 12:00 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Ratna Puspita

Jorge Lorenzo

Jorge Lorenzo

Foto: AP Photo/Antonio Calanni

REPUBLIKA.CO.ID, MONTMELO -- Juara dunia MotoGP lima kali, Jorge Lorenzo, secara teratur merebut posisi pertama di Sirkuit Mugello setiap tahunnya. Setelah hijrah ke Ducati Corse, kejayaan Lorenzo seakan memudar. 

Lorenzo mengalami kekalahan oleh rekan setim dan pembalap satelit, yaitu Andrea Dovizioso (podium pertama), Danilo Petrucci (podium ketiga), dan Alvaro Bautista (posisi kelima).

The Mallorca yang digaji 1,5 juta euro atau sekitar Rp 22,37 miliar oleh Ducati berharap Dewi Fortuna menyapanya di GP Katalunya (Barcelona) akhir pekan ini. Pembalap 30 tahun tersebut memenangkan balapan kelas MotoGP di Barcelona pada 2010, 2012, 2013, dan terakhir 2015.

Lorenzo sempat menjawab kegagalannya di Mugello akhir pekan lalu. Mugello menurutnya adalah sirkuit Yamaha. "Pasangan Yamaha memang Mugello," kata dia, dilansir dari Speedweek, Jumat (9/6).

Dengan Yamaha, Lorenzo sangat cepat, terutama di tiga tahun pertama. "Saya terus berada di posisi pole. Saya dengan motor ini (Yamaha) selama sembilan tahun teratur meraih podium," kata dia. 

Catatan bersama Yamaha itu yang membuat Lorenzo sulit menerima hasil seperti di Mugello akhir pekan lalu. Menurut dia, kegagalannya meraih podium karena motor Ducati membutuhkan gaya mengemudi yang sangat berbeda dari Yamaha. 

"Itu sebabnya saya terus bekerja sama dengan Gigi Dall'Igna dan teknisi lainnya supaya lebih cepat beradaptasi," kata Lorenzo.

Apakah Lorenzo hanya membutuhkan sedikit waktu lalu menaklukkan Desmosedici? Atau, apakah Lorenzo perlu mengubah mentalitasnya jika ingin sukses bersama Ducati?

"Akan lebih bagus dan sangat membantu kalau hari tes latihan bebas ditambah," ujar dia. 

Saat ini, Lorenzo menuturkan, hanya disediakan lima hari untuk tes latihan bebas. Aturan-aturan ini tak bisa diubah sehingga pembalap harus bertahan. "Ini kurang ideal, namun saya tak ingin mengeluhkannya," kata Lorenzo.

Kendati tidak puas dengan hasil di GP Mugello, dia mengaku berbahagia atas kemenangan Dovi. Dovi sangat pantas menang di Mugello. Begitu pula dengan Petrucci yang menunjukkan banyak peningkatan. 

"Saya senang atas kemenangan tim. Saya hanya sedih tidak bisa cepat dan kompetitif, namun cepat atau lambat itu pasti terjadi. Kita harus tetap berpikiran positif," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA