Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Pentagon: Cina akan Dirikan Pangkalan Militer di Pakistan

Kamis 08 Jun 2017 16:32 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Teguh Firmansyah

Militer Cina (ilustrasi)

Militer Cina (ilustrasi)

Foto: EPA/IGOR KOVALENKO

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Sebuah laporan terbaru dari Pentagon mengungkapkan Cina kemungkinan akan membangun pangkalan militer baru di Pakistan. Pembangunan itu diduga merupakan bagian dari ekspansi global fasilitas militer negara tersebut.

Cina akan memperluas kecakapan militernya setelah melakukan pembangunan pangkalan angkatan laut pertama di Djibouti. Lokasi pangkalan tersebut cukup strategis di pintu masuk selatan Laut Merah dekat rute ke Terusan Suez.

"Cina kemungkinan besar akan berusaha untuk mendirikan pangkalan militer tambahan di negara-negara yang memiliki hubungan persahabatan cukup lama dan memiliki kepentingan strategis serupa, seperti Pakistan," tulis laporan itu seperti dikutip The Telegraph.

Pentagon juga mencium adanya gesekan lebih lanjut dengan saingan utama Cina dan Pakistan, yaitu India. Beijing dan New Delhi telah saling menuduh melancarkan serangan militer di sepanjang perbatasan yang diperselisihkan.

Pakistan saat ini menjadi pasar utama untuk penjualan senjata Cina dan mitra kunci dalam rencana Jalur Sutra baru Beijing. India sebelumnya telah menyuarakan kemarahan atas proyek senilai 1 triliun dolar AS tersebut.

Cina mulai membangun pangkalan militer di Djibouti lebih dari setahun yang lalu dan beberapa pengamat mengatakan, pangkalan itu akan beroperasi pada akhir musim panas ini. Pangkalan dilaporkan hanya berjarak beberapa mil dari sebuah kamp milik AS.

Baca juga, Cina tak Bisa Bangun Pangkalan Militer di Indonesia.

Laporan tahunan 97 Pentagon ke Kongres itu juga memperkirakan pengeluaran militer Cina melebihi 180 miliar dolar AS. Sedangkan angka resmi yang dikeluarkan pertahanan Beijing tertulis sebesar 140,4 miliar dolar AS.

Laporan tersebut juga membahas ketegangan antara Cina dan Taiwan, serta menyoroti sikap agresif Beijing di Laut Cina Selatan yang disengketakan. Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan, Beijing dengan tegas menentang laporan tersebut.

Richard Bitzinger, seorang ahli militer di Sekolah Studi Internasional S. Rajaratnam di Singapura, mengatakan dia tidak terkejut jika Cina membangun sebuah pangkalan militer di Pakistan. "Orang-orang Cina telah membantu membangun pelabuhan laut dalam yang cukup besar di Gwadar, dan kapal selam Cina telah ditemukan di pelabuhan Karachi," kata Bitzinger kepada The Telegraph.

"Bahkan tanpa adanya pangkalan, Pakistan telah memberikan banyak dukungan terhadap kehadiran angkatan laut Cina di Wilayah Samudra Hindia dan itu bagian dari 'akses jaringan' yang penting bagi Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA)," tambah dia.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA