Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

 

Diet Lebih Baik Saat Puasa

Selasa 06 Jun 2017 20:50 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ilham

diet

diet

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program diet tidak hanya bisa dijalankan di hari-hari biasa. Menurut spesialis gizi klinik dr. Dian Permatasari, menjalankan diet sekaligus di bulan puasa justru lebih baik.

Saat puasa intensitas makan jadi berkurang sehingga membuat program diet efektif di jalankan. "Asalkan aturan makan selama diet konsisten di jalankan," ujar Dian dalam acara Buka Puasa Bersama Danone Group di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (6/6).

Dian menjelaskan, aturannya yaitu saat berbuka dan sahur harus mengurangi porsi makan dengan tetap memperhatikan gizi seimbang. Gizi seimbang di sini artinya dalam satu porsi makan harus terdapat karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin.

Selama ini, kata Dian, orang kerap salah kaprah mengartikan aturan makan saat diet. Seringkali orang yang diet hanya memakan satu jenis kandungan makanan saja dan meninggalkan kandungan makanan yang lain, seperti memperbanyak protein dan meninggalkan karbohidrat atau lemak.

"Padahal tubuh tetap membutuhkan lemak dan karbohidrat, jadi yang perlu dilakukan hanya mengurangi porsinya saja," kata Dian menambahkan.

Selain itu, gula atau minuman manis sebaiknya hanya dikonsumsi ketika berbuka puasa. Konsumsi gula di sini sifatnya hanya untuk menggantikan kebutuhan gula yang hilang selama puasa. Orang yang berdiet juga sebaiknya tidak mengonsumi gorengan saat berbuka. Serta, rutin berolah raga tiga kali seminggu selama minimal 30 menit.

Dian mengingatkan, yang perlu diwaspadai orang diet adalah hasrat untuk 'balas dendam' saat berbuka puasa. Kebiasaan makan dengan kalap saat berbuka justru dapat menaikkan berat badan dari waktu sebelum puasa.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES