Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Tips Puasa untuk Penderita Hipertensi

Jumat 02 Jun 2017 09:05 WIB

Red: Esthi Maharani

Hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Foto: torange

REPUBLIKA.CO.ID, Penderita hipertensi harus mengelola penyakitnya agar bisa berpuasa di bulan Ramadan tanpa mengalami kesulitan berarti. Ahli kardiologi dari Aster Clinic, Al Muteena (DMPC) di Dubai, Dr Srinivasan Ravindranath mengungkapkan tak ada cara permanen untuk menyembuhkan hipertensi, namun gejalanya bisa Anda cegah agar tak semakin parah.

Cara yang bisa dilakukan antara lain mengonsumsi cairan dalam jumlah banyak, menghindari jus terlalu manis dan mengurangi minuman berkafein agar tak dehidrasi. Sebaiknya konsumsilah buah-buahan dan sayuran segar setelah berbuka puasa dan sahur untuk membantu mengontrol tekanan darah tinggi. Selain itu, hindarilah makanan mengandung lemak tinggi bisa menjadi cara berikutnya mengatur tekanan darah.

Ravindranath mengingatkan, penderita hipertensi agar rutin melakukan latihan fisik untuk menjaga kebugaran tubuhnya sekaligus mengendalikan tekanan darah mereka. Penderita hipertensi juga harus selalu memperhatikan gejala seperti sakit kepala dan pusing.

Jangan lupa memeriksakan tekanan darah secara rutin untuk memastikan kondisi Anda mengalami hipertensi atau tidak. Demikian seperti dilansir al arabiya.net.

Untuk diketahui, hipertensi terjadi saat tekanan darah sistolik berada di atas 140 mmHg. Pasien hipertensi seringkali diobati agar tekanan darahnya turun ke tingkat normal, yakni kurang lebih 120 mmHg. Berdasarkan American Heart Association, tekanan darah sistolik optimal adalah kurang dari 120 mmHg dan semakin rendah tekanan darah adalah lebih baik.

Meskipun tekanan darah rendah biasanya dianggap aman, tekanan darah kronis disertai tanda dan gejala tertentu dapat menjadi berbahaya. Gejala seseorang menderita tekanan darah rendah di antaranya pusing, pingsan, dehidrasi, kurang konsentrasi, penglihatan kabur, mual, pernapasan tak normal, kelelahan dan depresi.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA