Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Manfaat Buah Pisang

Senin 29 May 2017 14:40 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani

Pisang

Pisang

Foto: Republika/ Aditya

REPUBLIKA.CO.ID, Pisang merupakan buah yang mudah ditemukan dan dikonsumsi di seluruh dunia. Pisang juga ternyata merupakan buah yang bisa ditemukan sepanjang tahun. Tidak seperti buah lainnya, pemasakan pisang tidak melambat setelah dipetik dan tepat untuk disimpan pada suhu ruangan.

Satu pisang dianggap sekitar 126 gram dengan kandungan 110 kalori, 30 gram karbohidrat dan 1 gram protein. Pisang secara alami bebas dari lemak, kolesterol, dan sodium. Selain itu, satu pisang terdapat berbagai macam vitamin dan mineral, seperti Vitamin B6, mangan, Vitamin C, Kalium, Dietary Fiber, Protein, Magnesium, Folat, Riboflavin, Niacin, Vitamin A, dan Zat Besi.

Dengan kandungan yang begitu kaya, pisang pun memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, seperti tekanan darah, asma, kanker, serangan jantung, kesehatan pencernaan, hingga diabetes.  Manfaat untuk tekanan darah yang berasal dari pisang disumbangkan oleh asupan kalium yang cukup tinggi. Asupan kalium tinggi ini pun 20 persen dapat menurunkan risiko kematian karena pelbagai penyebab. Di samping tekanan darah, studi yang dilakukan oleh Imperial College of London menemukan anak-anak yang makan hanya satu buah pisang per hari memiliki risiko 34 persen lebih kecil untuk terkena asma.

Di samping itu, buah yang berwarna kuning jika matang ini pun jika di konsumsi dalam dua tahun pertama kehidupan manusia dapat mengurangi risiko leukemia pada anak-anak. Sebagai sumber vitamin C yang baik, pisang bisa membantu memerangi pembentukan radikal bebas yang disebabkan kanker. Asupan serat tinggi dari buah dan sayuran seperti pisang dikaitkan dengan penurunan risiko kanker kolorektal.

Sedangkan kandungan serat, potassium, vitamin C dan B6 pada pisang mendukung kesehatan jantung. Menurut   profesor klinis kedokteran di Vanderbilt Medical School dan direktur Hypertension Institute, St Thomas Hospital di Tennessee Mark Houston, MD, MS, peningkatan asupan kalium seiring dengan penurunan asupan sodium merupakan diet yang paling penting untuk dilakukan seseorang agar mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Dalam sebuah penelitian yang diungkapkan  Antinoro dalam Today’s Dietitian menunjukkan mereka yang mengonsumsi 4069 mg potassium per hari memiliki risiko kematian 49 persen lebih rendah akibat penyakit jantung iskemik dengan orang yang mengonsumsi sedikit potassium atau sekitar 1000 mg per hari. Asupan kalium yang tinggi juga terkait dengan penurunan risiko stroke, perlindungan terhadap hilangnya massa otot, menjaga kepadatan mineral tulang, dan mengurangi pembentukan batu ginjal.

Untuk pengidap diabetes tipe 1, pisang pun menjadi makanan penuh serat yang memberikan kadar glukosa darah yang rendah. Sedangkan untuk pengidap diabetes tipe 2, pisang dapat meningkatkan kadar gula darah, lipid, dan insulin secara cepat. Satu buah pisang mengandung skeitar tiga gram serat, dan Dietary Guidelines for Americans menganjurkan untuk perempuan mengonsumsi serat sebanyak 21-25 gram perhari dan pria 30-38 gram per hari.

Jika terserang diare, pisang pun menjadi solusi untuk penyembuhan. Elektrolit seperti kalium hilang dalam jumlah banyak selama serangan diare dan mungkin membuat lemas, pisang dapat menggantikan nutrisi tersebut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA