Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

 

Warga Damaskus Merasa Lebih Aman Saat Bulan Ramadhan

Ahad 28 Mei 2017 11:49 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Ledakan bom mobil di pinggiran Damaskus terjadi Sabtu (11/6) dan menewaskan 12 orang.

Ledakan bom mobil di pinggiran Damaskus terjadi Sabtu (11/6) dan menewaskan 12 orang.

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Setelah kemenangan militer Suriah di daerah sekitar Damaskus, warga di ibu kota Suriah tersebut merasa lebih aman dalam hal kondisi secara keseluruhan, tapi tidak di sektor ekonomi, sementara harga melambung dari tahun ke tahun.

Di lokasi pasar Bab Srijeh, di Kota Tua Damaskus, rakyat berkeliling pasar kuno yang terkenal tersebut untuk berbelanja untuk keperluan Bulan Suci Ramadhan. Pemilik toko menata semua jenis barang dan manisan dan bagian depan toko mereka mempesona, tapi kemeriahan semacam itu tidak terlalu tercermin di wajah para pejalan kaki.

Sebagian besar orang akan mendekati bagian depan toko dan secara seksama memeriksa harga, sedikit orang membuat pesanan, sementara yang lain berpaling dengan kecewa lalu pergi. Tarek, seorang pembeli, dengan cepat mengeluh mengenai harga yang tinggi, dan mengatakan harga telah berlipat sejak tahun lalu, demikian laporan Xinhua, Ahad (28/5) pagi.

Namun, ia memilih untuk melihat sisi positif kondisi saat ini, dan mengatakan keamanan di ibu kota Suriah telah sangat membaik dengan operasi militer yang berhasil di sekitar Damaskus.

"Mengenai harga, harga masih tinggi dan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, barangkali karena ini hari pertama Ramadhan. Saya tidak tahu, barangkali harga bisa berubah besok, tapi berkenaan dengan situasi keamanan, keadaan lebih baik dan jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun lalu. Syukur lah, tak ada pemboman mortir lagi," katanya.

Di seberang jalan, Muhammad berdiri di luar satu toko manisan, dengan seksama ia meneliti harga. Ia juga menyatakan situasi keamanan membaik, dan menjadi lebih stabil.

"Tahun ini, kami menghadapi kestabilan dan perdamaian lebih besar dan tentu saja di Damaskus, situasi lebih baik dan rakyat telah memenuhi pasar, seperti yang bisa anda lihat," kata Muhammad kepada Xinhua.

Selama beberapa bulan belakangan, militer Suriah telah merebut banyak daerah di sekitar Damaskus, seperti Qaboun dan Barzeh, tempat gerilyawan sepakat untuk mengungsi setelah merasa sama sekali tak berdaya akibat kemajuan militer Suriah dan sekutunya.

Kemenangan semacam itu secara positif telah mengumandangkan seluruh situasi di ibu kota Suriah, sementara angka serangan dan bom mortir dengan tajam merosot jadi hampir tak ada. Namun, meskipun ada kemajuan semacam itu dalam situasi keamanan, masalah ekonomi jauh dari selesai, sementara harga terus naik dari tahun ke tahun.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA