Tiga Anak Panah Menghujam Tubuh 'Abbad bin Bisyr Saat Tahajud

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Ilham

 Ahad 28 May 2017 08:30 WIB

shalat tahajud/ilustrasi shalat tahajud/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -– Ada suatu kisah keimanan yang patut jadi contoh bagi umat Muslim. Kisah ini milik ‘Abbad bin Bisyr yang merupakan seorang sahabat setia dan cinta kepada Allah SWT. Ummul Mukminin Aisyah bahkan mengatakan, “Ada tiga orang sahabat Anshar yang keutamaannya tidak bisa dilampaui siapapun; Sa’ad bin Mu’adz, Usaid bin Hudhair, dan ‘Abbad bin Bisyr.”

Tatkala Mus’ab bin Umair tiba di Madinah untuk mendakwahkan Islam, ‘Abbad bin Bisyr adalah salah satu orang terpilih yang Allah SWT bukakan pintu hatinya. Tak perlu waktu lama untuk 'Abbad menuju majelis Mus’ab dan menyatakan keislamannya.

Kaum Muslim mengenal ‘Abbad sebagai laki-laki yang teriring cahaya dari Allah. Keyakinan para sahabat akan keimanan ‘Abbad sampai pada batas ketika mereka bisa melihat wujud cahaya itu secara nyata.

Ketika ‘Abbad berjalan di tengah kegelapan, muncul bayang-bayang cahaya yang menerangi dari dalam dirinya. Khalid Muhammad Khalid dalam Biografi 60 Sahabat Rasulullah menceritakan salah satu kisah kemuliaan sahabat ini.

Saat itu Perang Dzat ar-Riqa’ baru saja usai. Rasulullah SAW dan kaum Muslim kemudian memutuskan menginap di suatu tempat. Rasul menunjuk beberapa orang untuk berjaga bergantian. Hingga tiba waktunya Ammar bin Yasir dan ‘Abbad bin Bisyr.

Malam itu, setelah melihat tempat di sekitarnya aman, ‘Abbad bangkit untuk menunaikan shalat tahajud. Ketika sedang berdiri menuntaskan surah di rakaat pertama, lengannya terkena anak panah. Ia mencabut anak panah itu dan melanjutkan shalat.

Tak berapa lama anak panah kedua melesat mengenainya. Segera setelahnya menusuk anak panah ketiga. ‘Abbad mencabuti anak panah itu dan menyelesaikan bacaannya, sementara tenaganya terkuras oleh rasa sakit dan payah.

Dalam keadaan sujud, ia ulurkan tangan lalu mengguncang-guncangkan Ammar sampai terbangun. Setelah itu, ia bangun dari sujud dan menuntaskan shalat. “Gantikanlah aku untuk berjaga karena aku telah terluka,” kata ‘Abbad lirih.

Ammar pun melompat untuk menciptakan kegaduhan dan keramaian hingga membuat para penyusup itu melarikan diri. Setelah itu, ia berpaling pada ‘Abbad, “Kenapa engkau tidak membangunkanku begitu kau terluka?” ‘Abbad menjawab, “Aku sedang shalat dan membaca beberapa ayat Alquran yang sangat mencekam hatiku hingga aku tak ingin memutusnya.”

Sahabat mulia ini syahid dalam Perang Yamamah. Sebelumnya ia bermimpi ditelan langit yang terbelah. Mimpi itu ternyata benar adanya, sebab pintu-pintu langit terbuka untuk menyambut kedatangan ruh laki-laki cahaya ini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X