Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Produk Asuransi Dunia Maya Kurang Diminati di Indonesia

Selasa 16 May 2017 14:13 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Nidia Zuraya

Serangan siber yang diakibatkan oleh ransomware. Maraknya serangan siber diprediksi akan meningkatkan permintaan produk asuransi dunia maya.

Serangan siber yang diakibatkan oleh ransomware. Maraknya serangan siber diprediksi akan meningkatkan permintaan produk asuransi dunia maya.

Foto: bbc

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Julian Noor menilai, perusahaan asuransi yang menyediakan layanan asuransi dunia maya untuk mengantisipasi ancaman siber atau cyber risk masih sangat sedikit. Hal tersebut dikarenakan permintaan akan asuransi dunia maya di Indonesia masih sangat minim.

''Permintaannya belum banyak. Itu hukum supply and demand, memang dibutuhkan keahlian untuk menutupi ini,'' kata Julian, saat dihubungi, Selasa (16/5).

Menurut Julian, perusahaan asuransi yang menyediakan layanan asuransi dunia maya tidak lebih dari 10. Sebagian besar dari mereka merupakan perusahaan asuransi yang masuk dalam daftar 10 besar perusahaan maupun join venture.

''Untuk menangani cyber risk, harus diantisipasi seberapa besar risikonya. Karena yang dijamin kan financial lost. Jadi seberapa besar menyebabkan kerugian keuangan,'' jelas dia.

Julian menyatakan, kesadaran perusahaan dalam negeri dalam menggunakan layanan asuransi dunia maya ini sangat minim. Kalaupun ada, mereka merupakan perusahaan internasional yang memiliki cabang di Indonesia.

Untuk perusahaan lokal, yang sadar akan penggunaan layanan asuransi dunia maya, hanya perusahaan yang bergantung pada teknologi informasi. Karena perusahaan yang bergantung pada teknologi informasi sangat mewaspadai gangguan atau serangan bisa berdampak pada operasional bisnis mereka.

''Jadi pada perusahaan lokal yang sangat depend on (teknologi informasi) kesadarannya cukup tinggi. Mereka sudah memitigasi risiko cyber dengan asuransi,'' ujar Julian.

Masalahnya, lanjut dia, di Indonesia timbul keinginan untuk menggunakan asuransi setelah ada kejadian. Dirinya menebak, setelah kejadian ini akan banyak permintaan asuransi karena risiko cukup tinggi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA