Thursday, 27 Rabiul Akhir 1443 / 02 December 2021

Thursday, 27 Rabiul Akhir 1443 / 02 December 2021

Sejarah Hari Ini: Membunuh Suami dengan Sianida, Perempuan AS Dipenjara 90 Tahun

Senin 08 May 2017 17:40 WIB

Rep: Crystal Liestia Purnama/ Red: Ani Nursalikah

Pada 8 Mei 1988, Stella Nickel dari AS dipenjara 90 tahun karena membunuh suaminya dengan sianida.

Pada 8 Mei 1988, Stella Nickel dari AS dipenjara 90 tahun karena membunuh suaminya dengan sianida.

Foto: Gizmodo

REPUBLIKA.CO.ID, Pada hari ini, 8 Mei 1988 seorang perempuan Amerika Serikat dihukum karena telah melakukan pembunuhan dengan mencampurkan sianida ke dalam kapsul excedrin. Stella Nickel dijatuhi dua tuduhan pembunuhan oleh jaksa pengadilan Seattle, Washington. Dia adalah orang pertama yang dinyatakan bersalah karena menyalahgunakan Undang-Undang Antiperusakan Federal.

Undang-Undang Antiperusakan lebih mengarah ke segala tindakan pencampuran produk yang dapat membahayakan konsumen. Stella membunuh suaminya sendiri dengan mencampurkan sianida ke kapsul excedrin saat suaminya mengeluh sakit kepala. Nickel dan suaminya, Bruce Nickel menikah pada 1976.

Menurut kesaksian putrinya dari suami sebelumnya, Cynthia Hamilton, ibunya bahkan telah merencanakan pembunuhan itu sejak bulan madu. Menurutnya, Stella terinspirasi dari kasus Tylenol Chicago yang terjadi tak lama sebelum pernikahan mereka.

Pada kejadian tersebut, tujuh orang tewas di Illinois, Chicago karena pil Tylenol. Kasus itu tak pernah terpecahkan. Peristiwa tersebut menginspirasi Stella bahwa sianida adalah metode pembunuhan terbaik.

Pada 1985 Stella mengambil polis asuransi jiwa untuk Bruce yang menyertakan pembayaran ganti rugi untuk kematian yang tidak disengaja. Satu tahun kemudian, Bruce diberikan kapsul excedrin yang telah dicampur sianida saat mengeluh sakit kepala.

Bruce kemudian meninggal dunia di rumah sakit, namun dokter tidak mendeteksi sianida. Justru menganggap kematiannya karena emphysema.

Stella hampir kehilangan klaim asuransinya sebesar 100 ribu dolar AS karena kematiannya tak sesuai rencana. Dengan segera ia mengubah rencananya tersebut. Lalu ia mencampurkan sianida ke lima botol kapsul excedrin yang ada di beberapa toko di Seattle.

Enam hari kemudian jatuh korban lagi, Susan Snow. Snow tewas setelah meminum kapsul tersebut. Kematian Snow menjadi pemberitaan di media. Saat itulah Stella melaporkan ke polisi suaminya juga telah mengonsumsi obat yang sama.

Kepada polisi ia menunjukkan dua botol excedrin yang dibeli dari toko yang berbeda. Saat diketahui keduanya sama-sama mengandung sianida, penyelidik semakin curiga. Detektif FBI tahu Stella telah sengaja membeli dua dari empat botol obat terkontaminasi tersebut secara kebetulan. Namun bukti itu sulit didapat sampai 1988.

Di persidangan Hamilton bersaksi dan menceritakan rencana pembunuhan yang dilakukan ibunya. Menurutnya, ibunya telah melakukan penelitian terlebih dahulu di perpustakaan.

Setelah kesaksian itu, penyelidik menemukan sidik jari Stella pada semua buku tentang sianida di perpustakaan. Ditemukan pula satu buku berjudul Human Poisoning yang tidak ia kembalikan. Mulai dari situ Stella dihukum penjara selama 90 tahun untuk dua pembunuhan. Ia akan dibebaskan bersyarat pada 2018.

Selanjutnya: Uni Soviet Boikot Olimpiade AS Saat Perang Dingin

sumber : History
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA