Kamis, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 Januari 2020

Kamis, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 Januari 2020

Jaga Stok Bahan Pokok, Pemerintah Buka Keran Impor

Ahad 07 Mei 2017 16:27 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Bayu Hermawan

Direktur Jendral Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan (kiri)

Direktur Jendral Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan (kiri)

Foto: Mahmud Muhyidin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jendral Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan mengatakan pemerintah akan melakukan impor bawang merah dan bawang putih pada pekan depan. Penugasan impor akan diberikan kepada Bulog untuk melakukan proses impor.

Oke mengatakan, langkah impor ini diambil untuk bisa menjaga stok barang menjelang ramadhan dan lebaran. Ia mengatakan, rekomendasi dari kementerian pertanian mengatakan untuk barang jenis bawang putih dan bawang merah memang mengalami kekurangan.

Ia menjelaskan, ketika stok kurang maka harga di pasaran bisa naik, untuk mengantisipasi harga yang melonjak, maka pihaknya melakukan impor untuk komoditas bawang merah dan bawang putih.

"KIta sudah minta ke BUMN, BUMN sudah memberikan penugasan ke Bulog. Nanti kita tinggal mengeluarkan izin impor. Rencananya pekan depan izinnya keluar," ujar Oke saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (7/5).

Oke mengatakan nantinya kuota impor yang dilakukan oleh Bulog sebesar 2.000 ton untuk bawang merah dan 1.000 ton untuk bawang putih. Nantinya, pihak Bulog yang akan menunjuk negara pengekspor nya.

"Bawang putih sudah meningkat, pasokannya juga mulai tipis. Kementan bilang kurang stoknya, kan mereka butuh stok dalam rangka ramadhan dan lebaran. Nah, ini langkah buat memenuhi stok," ujarnya.

Ia mengatakan, meski membuka keran impor, tidak semua komditas diimpor. Ia mengatakan, untuk stok bahan pokok lainnya sudah aman. "Cuma ini saja. Karena yang lain masih aman," ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA