Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Peran Perempuan di UMKM Perlu Ditingkatkan

Kamis 04 May 2017 20:04 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Selly D. Mantra (Blazer Hitam) Istri Walikota Denpasar didampingi oleh Ketua Wanita Hindu Dharma, Bintang Puspayoga (Juga Istri Menteri Koperasi & UMKM) dan  Arif Pujianto Regional Head Garuda Food Group (Batik Hijau), meninjau hasil karya komunitas Ibu-Ib

Selly D. Mantra (Blazer Hitam) Istri Walikota Denpasar didampingi oleh Ketua Wanita Hindu Dharma, Bintang Puspayoga (Juga Istri Menteri Koperasi & UMKM) dan Arif Pujianto Regional Head Garuda Food Group (Batik Hijau), meninjau hasil karya komunitas Ibu-Ib

Foto: Dok: GarudaFood

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perempuan punya banyak kelebihan yang bisa menjadi kunci utama di dalam menjalankan dunia usaha khususnya UMKM. Selain cerdas, memiliki multitalenta, terampil, tekun, ulet, teliti, serta luwes, perempuan juga dikenal sosok yang tahan banting dan tidak mudah menyerah.

"Perempuan Indonesia itu hebat, kalau mereka diperdayakan ini bisa memberikan dampak berarti dalam pengembangan dunia usaha ke depan," kata Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Koperasi dan UKM Bintang Puspayoga berdasarkan rilis yang diterima republika.co.id, Kamis (4/5).

Ternyata kunci sukses menggerakkan UMKM juga tidak bisa lepas peran kaum perempuan di dalamnya. Akan tetapi, menurut Bintang dalam momentum peringatan Hari Kartini 2017 peran tersebut perlu ditingkatkan lagi.

Bintang mengatakan perempuan dilibatkan sebanyak-banyaknya dalam dunia usaha, ternyata, berhasil. Sebagai contoh Indonesia mampu keluar dari krisis global pada 1998 dan 2004.  "Karena itu, peran perempuan dalam dunia usaha perlu ditingkatkan. Sehingga semuanya bisa saling sinergi," katanya.

Dalam momentum peringatakan Hari Kartini ini, Bintang mengatakan perempuan kini telah berperan penting dalam pembangunan karena perempuan merefleksikan pelaku sekaligus penerima pembangunan.

Bintang menyadari bahwa di lapangan masih terdapat begitu banyak praktek diskriminasi terhadap perempuan. Hal ini tentunya memerlukan kerja keras bersama, karena perkara mengubah pola pikir masyarakat bukanlah pekerjaan sederhana dan tidak mudah.

"Untuk itu diperlukan pendidikan dan sosialisasi terus menerus kepada masyarakat," lanjut Bintang.

Terdapat pula kendala internal, yakni pola pikir perempuan itu sendiri tentang perspektif perempuan memandang dirinya sendiri. Sebagaimana diketahui ada begitu banyak perempuan berpotensi, tetapi tidak semua berani dan percaya diri.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA