Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Pemkab Bandung Anggarkan Rp 23 Miliar untuk Atasi Banjir

Jumat 28 Apr 2017 17:13 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Yudha Manggala P Putra

Warga menggunakan jasa perahu kayu untuk menerobos banjir yang merendam di Jalan Raya Banjaran di Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (8/3).

Warga menggunakan jasa perahu kayu untuk menerobos banjir yang merendam di Jalan Raya Banjaran di Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (8/3).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin

REPUBLIKA.CO.ID, SOREANG -- Pemerintah Kabupaten Bandung menganggarkan dana sebesar Rp 23 miliar dari APBD 2017 untuk mengatasi permasalahan banjir yang selama ini terjadi di beberapa titik lokasi. Secara teknis, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung dan Dinas Sosial yang mengatur kucuran dana ke lapangan.

Sekretaris daerah Kabupaten Bandung Sofian Nataprawira mengungkapkan jumlah tersebut terbilang cukup untuk menanggulangi permasalahan banjir. Dimana, status siaga bencana sudah diperpanjang hingga 30 Mei 2017 mendatang.

"Penanganan banjir tanggung jawab dari semua tingkatan dari pusat ke Kabupaten Bandung," ujarnya, Jumat (28/4). Menurutnya, kewenangan merevitalisasi Sungai Citarum berada di tangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.

Dirinya mengatakan penanganan banjir dilakukan berdasarkan tugas pokok dan fungsi. Sejauh ini ia mengklaim perbaikan penangangan banjir sudah terlihat di wilayah Kahatek di Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bandung, Yanto Setianto, mengungkapkan dana tersebut bukan untuk menangani banjir akan tetapi lebih kepada pemenuhan logistik dan operasional.

Menurutnya, untuk penanggulangan banjir yang permanen dibangunkan sumur resapan atau embung, seperti yang dilakukan oleh pemerintah Belanda dalam menanggulangi air laut yang lebih tinggi daripada daratan.

"Kita dorong di daerah Andir, Cienteung untuk dilakukan percepatan pembuatan (kolam resapan),” ungkapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA