Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Magnet Investasi Indonesia Dinilai Menguat

Kamis 27 Apr 2017 17:49 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Nur Aini

Investasi (Ilustrasi))

Investasi (Ilustrasi))

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar Ekonomi Universitas Indonesia Rizal E Halim menilai, realisasi investasi kuartal I 2017 meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu, mengisyaratkan Indonesia menarik sebagai salah satu destinasi investasi terus menguat. Oleh karena itu, iklim investasi yang kondusif sangat dibutuhkan untuk mendorong sejumlah program pemerintah khususnya infrastruktur.

''Realisasi investasi ini juga dapat merefleksikan tingkat kepercayaan investor terhadap Indonesia,'' kata Rizal, saat dihubungi, Kamis (27/4).

Ia berharap, peningkatan realisasi investasi ini lebih banyak di sektor infrastruktur dan sektor riil, atau sektor-sektor yang memiliki dampak besar bagi masyarakat seperti sektor dengan penyerapan tenaga kerja yang tinggi.

Mengenai investasi yang porsinya masih lebih besar di pulau Jawa. Rizal menilai, hal tersebut karena persoalan infrastruktur di Jawa lebih maju.  ''Sehingga memang pekerjaan ke depan bagaimana infrastruktur luar jawa harus ditingkatkan,'' ucapnya.

Ia meminta, untuk mengatasi ketimpangan pembangunan antara Jawa dan luar Jawa, porsi infrastruktur luar Jawa harus terus ditingkatkan sehingga daerah luar Jawa juga dapat menjadi magnit bagi investasi baik modal asing (PMA) maupun dalam negeri (PMDN).  ''Presiden Jokowi menurut saya sudah gencar memerintakan jajarannya untuk mengalokasikan porsi pembangunan yang memadai bagi daerah di luar Jawa khususnya Indonesia Timur,'' kata Rizal.

Sebelumnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merilis data realisasi lnvestasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) kuartal pertama (periode Januari- Maret) 2017 mencapai Rp 165,8 trillun. Angka tersebut meningkat 13,2 persen dari periode yang sama 2016 sebesar Rp 146,5 triliun. Realisasi investasi tersebut menyerap 194 ribu tenaga kerja.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA