Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Studi Temukan Kayu Manis tak Sekadar Obati Diabetes

Kamis 27 Apr 2017 17:22 WIB

Rep: Reja Irfa W/ Red: Indira Rezkisari

Kayu manis

Kayu manis

Foto: pixabay

REPUBLIKA.CO.ID, OHIO -- Sejumlah ilmuwan telah sejak lama menduga, kayu manis dapat menurunkan kadar gula darah dan memberikan perlindungan terhadap resistensi insulin. Dua hal ini merupakan faktor peningkat risiko diabetes. Kendati begitu, hingga saat ini, ilmuwan masih terus meneliti soal kandungan zat di kayu manis yang dapat berperan aktif dalam menurunkan gula darah.

Akhirnya, berdasarkan penelitian baru yang dipresentasikan di pertemua American Society for Biochemistry and Molecular Biology menunjukan adanya zat atau mekanisme yang dimiliki kayu manis untuk membantu metabolisme tubuh manusia. Bahkan, penelitian itu menduga, manfaat dari salah satu jenis rempah-rempah itu lebih dari sekedar menurunkan gula darah.

Profesor Biokimia dari Northern Ohio University Raabe College of Pharmacy, Ami Stockert, menunjukan, berdasarkan hasil riset yang diakukan pada 2015, penderita diabetes tipe 2 yang mengonsumsi suplemen kayu manis setiap hari memiliki tingkat kandungan gula darah yang lebih rendah dibanding dengan yang mengonsumsi obat-obatan lain.

Kondisi itu pun terus bertahan, meskipun penderita diabetes tipe 2 itu sudah tidak mengonsumsi suplemen kayu manis. ''Kami menduga, kandungan zat di kayu manis itu telah bekerja hingga ke level sel. Salah satu protein yang ada di ekpresi gen telah dipengaruhi oleh kayu manis,'' kata Amy seperi dikutip Time, Kamis (27/4).

Riset yang dilakukan Amy memang fokus kepada Sirtuin-1 (Sirt-1), sejenis protein yang aktif dalam insulin. ''Kami tahu, Sirt-1 bekerja dengan protein lain, dan memberikan dampak pada bagimana glukosa diangkut di darah. Jadi, Sirt-1 dapat dikatakan sebagai pemain kunci dalam hal ini,'' tutur profesor yang telah bertahun-tahun meneliti efek dan manfaat kayu manis tersebut.

Sirt-1, lanjut Amy, diaktifkan oleh Resveratrol, sejenis antioksidan di anggur putih yang dikaitkan dengan efek anti penuaan dan penekan tingkat kolesterol. Kayu manis pun memiliki kandungan zat serupa yang disebut Phenols. Amy menduga, Phenols mengikat molekul Sirt-1 sama halnya Resveratrol mengaktifkan Sirt-1.

Hipotesis ini telah dibuktikan Amy dengan menggunakan sistem model komputer. Bahkan, Phenols memiliki interaksi yang lebih kuat dengan protein. Hal ini menunjukan manfaat lain dari kayu manis. ''Jika ini benar-benar bisa dibuktikan lewat penelitian lanjutan, maka manfaat kayu manis lebih dari sekedar menurunkan kadar gula darah. Ini bekerja pada protein yang mempengaruhi metabolisme lipid, perubahan pertumbuhan sel, dan ekspresi gen,'' tutur Amy.

Pada penelitian sebelumnya, Amy mendapatkan kesimpulan, orang yang mengonsumsi satu gram kayu manis sehari dapat menurunkan gula darah dibanding orang yang mengonsumsi obat-obatan dari resep dokter. Tidak hanya itu, Amy yakin, bahkan dengan jumlah yang lebih sedikit, seperti yang terdapat dalam makanan dan bumbu-bumbu makanan, kayu manis tetap memberikan manfaat.

''Jika kayu manis berinteraksi dengan enzim tertentu, seperti yang ditunjukan oleh model. Hal itu bisa dihubungkan dengan manfaat anti penuaan dini, kontrol antioksidan, dan berbagai manfaat untuk kesehatan lainnya. Efek atau manfaat ini juga dapat dilihat, walaupun kita tidak mengonsumsi kayu manis sebanyak satu gram sehari,'' ujar Amy.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA