Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Pilkada DKI

Anies-Sandi: Reklamasi Dialihfungsikan untuk Kepentingan Publik

Sabtu 22 Apr 2017 15:33 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny/ Red: Bilal Ramadhan

Kondisi pulau reklamasi C dan D. (ilustrasi)

Kondisi pulau reklamasi C dan D. (ilustrasi)

Foto: Republika/Singgih Wiryono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota tim sukses paslon Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Rachel Maryam Sayidina, mengatakan kebijakan reklamasi teluk Jakarta akan diarahkan untuk kepentingan masyarakat. Pihaknya menyatakan akan menolak reklamasi yang belum direalisasikan.

Rachel menuturkan pulau reklamasi yang sudah ada akan diarahkan pengelolaannya untuk kepentingan publik. "Yang sudah jadi kan kemarin hanya untuk kepentingan segelintir orang. Bisa dikatakan hanya untuk pengembang menengah ke atas. Nah nantinya bagaimana agar keberpihakan kepada masyarakat lebih banyak, itu yang akan dilakukan Pak Anies," ungkapnya di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/4).

Rachel menegaskan, upaya keberpihakan nantinya diwujudkan dalam bentuk pemerataan akses kepada semua masyarakat. Pulau-pulau reklamasi tidak hanya dibuat untuk sejumlah kalangan saja. "Misalnya saja, supaya masyarakat Jakarta punya pantai yang ada di Jakarta," lanjut dia.

Sementara itu, pihaknya akan menolak rencana reklamasi yang belum direalisasikan. "Yang sudah terjadi akan dialihfungsikan untuk kepentingan masyarakat, yang belum terjadi kita tolak," tambah Rachel.

Seperti diketahui, paslon Anies-Sandiaga memenangi Pilkada DKI Jakarta dalam versi hitung cepat sejumlah lembaga survei. Paslon nomor urut tiga itu pun memenangi pemungutan suara berdasarkan hasil scan C1 oleh KPU Jakarta dari 13.034 TPS di Jakarta.

Pasangan Anies-Sandiaga tercatat mengantongi 3.240. 379 suara (57,95 persen). Sementara itu, paslon Ahok-Djarot memperoleh 2.351.438 suara (42,05 persen).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA