Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Kwik Kian Gie Diperiksa KPK soal BLBI

Kamis 20 Apr 2017 22:07 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Andi Nur Aminah

Mantan Menteri Koordinator Ekonomi Kwik Kian Gie bergegas usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/4).

Mantan Menteri Koordinator Ekonomi Kwik Kian Gie bergegas usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/4).

Foto: Antara/Aprillio Akbar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional di era kepresidenan Megawati Soekarnoputri, Kwik Kian Gie diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kamis (20/4). Pemeriksaan ini terkait kasus penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) ke beberapa pihak.

Kwik mengaku dimintai keterangan oleh KPK sebagai orang yang pernah memegang jabatan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri Indonesia di era kepresidenan Abdurahman Wahid. Usai memegang jabatan itu, di era kepresiden Megawati, ia menjabat Kepala Bappenas. 

"(Terkait) Kasus yang sedang disidik dan saya dimintai keterangan karena saya pernah menjabat sebagai menko, kan pernah ada urusan dengan BLBI dan semua konsekuensinya," tutur dia usai diperiksa di KPK, Jakarta, Kamis (20/4).

Kwik juga mengaku ditanya penyidik KPK terkait kasus Bank Dagang Negara Indonesia yang menerima BLBI di mana ini terjadi dalam periode 2001 sampai 2004. "(Kasus) BDNI, ini periodenya antara 2001 sampai 2004," ucap dia.

Seperti diketahui, Surat Keterangan Lunas BLBI ini diterbitan pada masa kepresidenan Megawati Soekarnoputri. Penerbitan oleh Megawati ini didasarkan pada Inpres 8/2002 dan Ketetapan MPR nomor 6 dan 10. Hasil audit BPK menyatakan dana BLBI sebesar Rp 144,5 triliun saat itu diperuntukan bagi 48 bank umum nasional. 

Namun, hasil audit tersebut menyatakan dari total dana sebesar itu telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 138,4 triliun. KPK, saat dipimpin Antasari Azhar, pun pernah menangani kasus dugaan korupsi BLBI itu. Tapi upaya KPK dalam pengusutan kasus tersebut tidak muncul lagi seiring pergantian kepemimpinan di KPK.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan memang ada pemeriksaan terhadap Kwik Kian Gie. Namun dia belum dapat bicara banyak soal kasus yang membuat Kwik harus dimintai keterangan di KPK. 

Ia mengakui KPK pernah melakukan pencarian informasi pada tahap penyelidikan terhadap kasus BLBI. "Di tahap penyelidikan, KPK bisa panggil saksi dengan bahasa mengundang," ujar dia. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA