Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Polres Bogor Siaga Satu Jelang Pilkada DKI

Selasa 18 Apr 2017 16:45 WIB

Rep: Taufiq Alamsyah Nanda/ Red: Ani Nursalikah

Pilkada (ilustrasi)

Pilkada (ilustrasi)

Foto: Republika/Yogi Ardhi

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Bogor menetapkan siaga satu menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta. Apel kontijensi berlangsung di Lapangan Tegar Beriman, Selasa (18/4).

“Aparat keamanan gabungan di wilayah Kabupaten Bogor ini siap mengantisipasi situasi yang mungkin terjadi, namun tetap harapan kita tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan” ujar Kapolres Kabupaten Bogor, AKBP AM Dicky.

Selain dari kepolisian, aparat gabungan juga diperkuat dari TNI, Satpol PP dan Dishub. Jumlah dari seluruh personel gabungan terdapat 2.600 personel. TNI telah bergerak satuan BKO menuju Jakarta pada Senin.

Polres Bogor telah mengerahkan anggota Polri yang disebar di beberapa titik perbatasan antara Bogor dan Jakarta. Penempatan anggota Polri di perbatasan diharapkan dapat mencegah upaya-upaya provokatif atau upaya-upaya lainnya yang dapat mengganggu kondusivitas dalam negeri, khususnya di wilayah Kabupaten Bogor.

“Karena Kabupaten Bogor ini merupakan penyangga ibu kota maka kita bertanggung jawab ikut menjaga keamanan dari ibu kota, maka di setiap perbatasan wilayah kabupaten Bogor dan Jakarta telah ditetapkan plotingan anggota gabungan mulai dari gerbang tol, perbatasan Jalan provinsi, terminal bus, termasuk juga stasiun kereta api” ujar Dicky.

Sebelumnya, Polda Jawa Barat telah mengeluarkan maklumat Nomor 1/IV/2017, yaitu imbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan mobilisasi kegiatan berangkat ke Jakarta. Selain itu juga melarang adanya aktivitas yang mengganggu ketertiban umum dalam rangka Pilkada Jakarta.

GP Anshor Kabupaten Bogor mengajak warga Kabupaten Bogor untuk mewaspadai gerakan-gerakan yang anti pada Pancasila. "Karena apa pun warnanya, apa pun kemasannya, kalau anti pada Pancasila maka harus diwaspadai. Karena ini yang akan meruntuhkan keberagaman," ujar Ketua GP Anshor Kabupaten Bogor, Abdullah Nawawi.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA