Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

KPU Minta Semua Pihak Cooling Down di Masa Tenang Pilkada DKI

Ahad 16 Apr 2017 10:01 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Esthi Maharani

KPU

KPU

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rl Arief Budiman mengajak semua pihak menyukseskan penyelenggaraan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta yang akan berlangsung pada 19 April mendatang. Untuk itu, ia meminta semua pihak menahan diri dalam masa tenang Pilkada yang dimulai pada Ahad (16/4) hari ini hingga pemungutan suara mendatang.

"Saatnya semua cooling down, lakukan pekerjaan sesuai dengan perannya masing-masing," kata Arief melalui pesan singkatnya kepada Republika pada Ahad (16/4).

Khusus untuk KPU DKI sebagai penyelenggara Pemilu DKI, ia meminta agar memaksimalkan pekerjaannya mulai dari kesiapan logistik Pilkada hingga kesiapan pemungutan suara oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Begitu halnya dengan para peserta Pilkada bersama tim sukses maupun pendukungnya agar ikut mendukung terselenggaranya Pilkada DKI yang lancar dan sukses.

"Mari ciptakan Pilkada yang damai, kepada pasangan calon dan timnya agar tidak lagi melakukan kampanye pada masa tenang," kata Arief.

Sementara kepada para pemilih, ia juga mengimbau agar bisa menggunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya. Arief melanjutkan, pilihan setiap orang akan menentukan masa depan Jakarta lima tahun mendatang. Ia menilai, para pasangan calon dan tim suksesnya juga telah memaparkan visi-misi untuk Jakarta mendatang.

"Pemilih mempertimbangkan dengan baik setelah mendengar, melihat, memperhatikan visi misi yg disampaikan para kandidat untuk pada saatnya memutuskan pilihannya di bilik suara," kata Arief.

Adapun Ahad (16/4) hari ini telah memasuki hari tenang putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, sedangkan pemilihan akan berlangsung pada Rabu (19/4) mendatang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA