Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Hasil Tes DNA Manusia Purba di Goa Harimau Belum Diketahui

Jumat 14 Apr 2017 03:42 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Fosil Manusia Purba (Ilustrasi)

Fosil Manusia Purba (Ilustrasi)

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, BATURAJA -- Hasil tes DNA manusia purba yang diperkirakan hidup ribuan tahun lalu dan ditemukan di Goa Harimau Semidang Aji Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, sampai saat ini belum diketahui.

"Tim peneliti Goa Harimau juga sudah mengambil sampel darah warga setempat untuk mencocokan apakah ada kesamaan hasil tes DNA manusia purba yang ditemukan itu," kata peneliti Goa Harimau, Prof Dr Truman Simanjuntak di Baturaja, Kamis (14/4).

Pada peresmian Rumah Peradaban Goa Harimau, Truman Simanjuntak mengatakan bahwa untuk hasil DNA sampai sekarang belum ada. Ia menjelaskan, penelitian dilakukan oleh Eijkman dan satu lagi dari Jepang.

"Hasil tes DNA dari Eijkman belum ada. Sedangkan hasil penelitian DNA sementara dari Jepang sudah ada, namun karena sifatnya sementara jadi hasilnya belum bisa kita publikasikan kepada masyarakat. Kalau penelitian Eijkman masih dianalisis," kata Truman.

Ia membenarkan, hampir dua tahun sampel DNA diambil, namun untuk menganalisisi membutuhkan waktu lama yang diharapkan dalam waktu dekat hasilnya sudah ada.

Ia menjelaskan, dari hasil analisis DNA itu bisa ditelusuri genetik yang hidup sekarang, apakah penemuan yang ada hubungan atau tidak dengan masyarakat sekitar.

Jika seandainya hasil tes DNA masyarakat setempat sama dengan penemuan di Goa Harimau, ini akan menjadi pewarnaan baru di dunia penelitian. Artinya ada hubungan kehidupan dulu ribuan tahun dengan yang sekarang. Selain itu banyak penelitian yang bisa dikembangkan. "Maka itu hasil analisis yang benar-benar akurat masih kita tunggu," ujarnya.

Hasil penelitian terakhir, kata Truman, ditemukan 81 kerangka manusia purba di Goa Harimau yang diperkirakan pernah hidup 4.000 tahun sampai 5.500 tahun lalu.

"Selain itu kita juga menemukan peralatan peninggalan manusia purba yang digunakan serta sisa kerangka hewan diperkirakan bekas makanan. Usianya diperkirakan 22 ribu tahun bahkan lebih," ungkapnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA