Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Bom Bunuh Diri Meledak di Akademi Militer Somalia

Senin 10 Apr 2017 19:56 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Ani Nursalikah

Ilustrasi Bom Bunuh Diri

Ilustrasi Bom Bunuh Diri

Foto: Republika/Mardiah

REPUBLIKA.CO.ID, MOGADISHU -- Bom bunuh diri meledak di sebuah akademi militer di bagian barat ibu kota Somalia, Mogadishu, Senin (10/4). Menurut Kolonel Abdi Hassan, ledakan itu menewaskan sedikitnya lima tentara, dua di antaranya adalah kepala pelatih kamp.

Pelaku bom bunuh diri mengenakan seragam militer dan berhasil masuk ke kamp pelatihan militer Somalia pada Senin (10/4) pagi. Ia meledakkan bom yang dililitkan di pinggangnya di dekat prajurit dan perwira.

Hassan mengungkapkan, pelaku menyamar sebagai siswa pelatihan militer. Pria itu diduga dapat melewati gerbang pos pemeriksaan dan ikut beristirahat di bawah pohon setelah latihan militer bersama siswa lainnya.

Pemberontak ekstremis Islam Somalia, al-Shabaab, telah mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Sejumlah foto yang beredar menunjukkan puing-puing dan potongan seragam militer tersebar di atas tanah.

Sejumlah tentara yang terluka serius dibawa ke ruang gawat darurat di sebuah rumah sakit di Mogadishu. Mereka mengalami pendarahan dan menunggu pengobatan segera.

"Ia masuk ke kamp tanpa ada yang menghentikan. Kami sedang duduk di bawah pohon ketika ia datang dan meledakkan dirinya," ujar seorang tentara yang mengalami luka-luka di kepala dan kaki.

Al-Shabaab, yang bersekutu dengan Alqaidah, telah meningkatkan intensitas serangan bom di Mogadishu dalam beberapa pekan terakhir. Presiden Somalia Mohmed Abdullahi Mohamed telah melantik kepala militer baru dan pejabat lainnya dalam upaya untuk memperbaiki situasi keamanan yang memburuk.

Presiden Mohamed memberi waktu amnesti selama 60 hari bagi anggota al-Shabaab untuk menyerah dan bergabung dengan pemerintah. Namun, Al-Shabaab mengecam presiden baru itu dan memperingatkan warga Somalia agar melawannya.

Pemberontak telah dipaksa keluar dari ibu kota dan kota-kota besar lainnya di Somalia oleh pasukan multinasional dan Uni Afrika, tetapi mereka terus melakukan pengeboman mematikan di Mogadishu dan tempat lain. Target mereka termasuk hotel, pos pemeriksaan militer, dan istana presiden.

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA