Senin, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 Januari 2020

Senin, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 Januari 2020

Ibu Kecanduan Gadget, Ini Dampaknya Terhadap Anak

Kamis 06 Apr 2017 03:25 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Dwi Murdaningsih

Anak dan Ibu bermain gadget (Ilustrasi)

Anak dan Ibu bermain gadget (Ilustrasi)

Foto: Womanitely

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Para ibu yang mengakses gawai secara berlebihan menjadi masalah baru pada keluarga modern. Aric Sigman, psikolog sekaligus dosen di bidang pendidikan kesehatan anak, percaya bahwa kebiasaan buruk itu akan memberikan dampak negatif bagi anak.

"Ibu adalah teladan yang posisinya sangat penting bagi anak. Ketika anak melihat kebiasaan ibunya melihat ponsel terus-menerus, anak juga akan menilai aktivitas tersebut lebih penting dibandingkan interaksi lain," ujar Sigman, dilansir dari laman Dailymail.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan produsen perangkat lunak Dscout, rata-rata orang mengakses ponsel 2.617 kali sehari atau sekira 2,42 jam per hari. Ada juga 10 persen pengguna berat yang menyentuh ponselnya 5.427 kali atau 3,75 jam sehari.

Sigman mengatakan, fokus ibu yang terkonsentrasi pada gawai akan mengurangi perhatian dan kontak mata dengan buah hati. Ia mengutip hasil studi oleh Universitas California Los Angeles pada 2014 yang membuktikan kurangnya interaksi tatap muka ibu dan anak berpengaruh terhadap keterampilan sosial dan perkembangan emosi anak.

Hayley van Zwanenberg, psikiater anak yang menjabat sebagai Direktur Medis Rumah Sakit Woodbourne Priory di Birmingham, Inggris, berpendapat sama. Menurutnya, anak bisa menilai ketika mereka tidak menjadi prioritas atau tidak mendapat cukup perhatian dari sang ibu.

Kondisi itu berpotensi membuat mereka merasa sedih atau mencoba menarik perhatian dengan cara negatif. Untuk menghindarinya, Zwanenberg menyarankan orang tua untuk membatasi penggunaan ponsel demi putra-putri mereka dan memberikan perhatian yang sesungguhnya.

"Harus ada waktu tertentu dalam sehari ketika orang tua menyingkirkan ponsel dan fokus pada anak. Tatap wajahnya, dengarkan cerita tentang hari, minat, dan kesenangannya, buat anak merasa lebih penting melebihi apa pun," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA