Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Alasan Nyamuk Lebih Tertarik pada Anda

Rabu 29 Mar 2017 15:26 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah/ Red: Indira Rezkisari

Nyamuk sedang menggigit.

Nyamuk sedang menggigit.

Foto: flickr

REPUBLIKA.CO.ID, Saat sedang kongko bersama teman-teman, terkadang kita merasa sepertinya hanya kita yang lebih sering digigit nyamuk dibandingkan teman yang lain. Namun kita kerap mengabaikannya karena menilai nyamuk bukanlah mahkluk yang pilih kasih.

Rupanya, sains membuktikan, beberapa faktor jasmani dapat menentukan apakah kita merupakan sasaran yang memang diincar oleh si drakula mini tersebut. "Telah banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui jenis senyawa serta aroma yang dipancarkan oleh manusia seperti apakah yang menarik perhatian nyamuk," kata Techincal Advisor American Mosquito Control Association, Joe Conlon PhD, dilansir dari The Times of India, Rabu (29/3).

Berikut adalah beberapa faktor yang membuat tubuh menjadi magnet bagi nyamuk. Dan, nyamuk dapat membaca beberapa faktor tersebut dalam jarak sejauh 50 meter.

Golongan darah
Penelitian membuktikan, orang dengan golongan darah O berpotensi dua kali lebih dilirik oleh nyamuk dibanding orang dengan golongan darah A. Sedangkan golongan darah B lebih dilirik dibanding golongan darah A, namun golongan darah O tetap lebih diincar dibanding B.

Karbondioksida
Rupanya, nyamuk sangat mendambakan mahkluk yang memancarkan karbondioksida yang lebih banyak. Tak heran, si drakula mini lebih gemar menggigit orang dewasa dibanding anak kecil, karena, siklus pernapasan orang dewasa lebih besar volumenya dibaning anak kecil.

Wanita yang sedang hamil pun juga tak luput dari incaran nyamuk. Penyebabnya adalah karena wanita hamil lebih banya mengeluarkan karbondioksida dari siklus pernapasannya.

Hangat dan berkeringat
Penelitian membuktikan bahwa nyamuk yang menyukai temperatur tinggi serta aroma keringat. Pasalnya, nyamuk memang sangat doyan dengan lactic acid, uric acid dan ammonia. Jika kita berkeringat, siap-siap menjadi buronan nyamuk karena semua senyawa favorit nyamuk terkandung dalam keringat kita.

Karakter kulit
Nyamuk rupanya memiliki selera pada karakter kulit manusia. Selera drakula mini akan lebih tertuju pada kulit yang mengandung lebih banyak steroid dan kolesterol. Meskipun, jika jumlah kolesterol pada kulit kita lebih banyak bukan berarti tubuh kita juga mengandung banyak kolesterol.

Pecinta miras
Jika kita kerap minum minuman keras (miras), maka selain menanggung konsekuensi kesehatan kita harus siap menanggung konsekuensi lain yang menjadikan darah kita merupakan minuman yang diincar para nyamuk. Penelitaian membuktikan bahwa aroma etanol dalam keringat orang yang mengonsumsi bir dapat memicu ketertarikan nyamuk.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA