Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Gus Ipang Ajak Muslimat NU Gunakan Media Sosial untuk Tangkal Hoax

Ahad 26 Mar 2017 19:33 WIB

Rep: Singgih Wiryono/ Red: Bilal Ramadhan

Ilustrasi Media Sosial

Ilustrasi Media Sosial

Foto: pixabay

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Ketua Pokja Industri Kreatif dari Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Irfan Wahid atau yang akrab disapa Gus Ipang mendorong Muslimat Nahdlatul Ulama memanfaatkan media sosial untuk berdakwah. Hal tersebut untuk menangkal informasi Hoax atau palsu mengenai syiar agama yang kini marak bertebaran di media sosial dan aplikasi pesan.

"Bermedia sosial ini sudah tidak bisa kita hindari karena memang kini eranya, ujarnya dalam siaran pers, Ahad (26/3).

Gus Ipang mengatakan, melalui media sosial Muslimat NU bisa gunakan untuk syiar agama, sosial kemasyarakatan, ekonomi, politik, dan hiburan. "Jika dakwah Muslimat dilakukan melalui media sosial, maka dampak positifnya  akan lebih luas lagi," ujarnya.

Gus Ipang menjelaskan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat pada 2016 ada 800 ribu situs penyebar hoax di Indonesia. Sebanyak 700 ribu sudah ditutup oleh pemerintah namun informasi Hoax dari berbagai situs lainnya terus bermunculan. Situs hoax bermunculan di facebook, twitter, bahkan di aplikasi pesan Whatsapp tak luput dari informasi mengenai syiar agama yang belum tentu benar.

"Mengapa situs atau portal informasi hoax makin menjamur? karena pemilik porta berlomba-lomba mendatangkan traffic click. Semakin banyak klik semakin untung mereka. Semakin tinggi traffic semakin tinggi nilai sebuah portal. Mereka tidak peduli substansinya apa, yang penting orang klik di situ. Jadi jangan mau diperalat atau dijebak oleh penyebar hoax. Mereka dapat uangnya, kita dapat dosanya," paparnya.

Pria yang juga berprofesi sebagai Konsultan Branding di Fastcomm ini mengatakan, Muslimat NU memiliki banyak sekali konten positif seputar kegiatan dan layanan di bidang pendidikan, kesehatan, keterampilan, ekonomi, dan juga syiar agama yang dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia.

"Materi tersebut dapat diolah menjadi bentuk infografis, video, meme, atau konten kreatif lainnya sehingga semakin banyak masyarakat yang mengetahui kiprah Muslimat, sekaligus juga memberikan edukasi dna informasi kepada publik untuk menjawab berbagai informasi hoax," katanya.

Jadi, kata dia, bagaimana unat islam menciptakan dampak positif di media sosial, itu yang terpenting. "Saya yakin konten informasi Muslimat NU sudah pasti kredibel dan bukan hoax. Tinggal bagaimana mengemasnya sesuai rumus PRABU KREATIF," tuturnya.

Putra sulung pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) ini mengungkapkan rumus PRABU KREATIF adalah singkatan dari Praktis, Menghibur, Kredibel, Inspiratif. Dengan formula tersebut, Gus Ipang yakin konten yang disusun Muslimat NU yang akan menjadi dakwah yang baik di media sosial.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA