Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Ratusan Warga Diduga Menderita Tuberculosis

Jumat 24 Mar 2017 18:50 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Fernan Rahadi

Bakteri Mycobacterium tuberculosis. Ilustrasi

Bakteri Mycobacterium tuberculosis. Ilustrasi

Foto: Sciencealert

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO--- Dinas Kesehatan Kota Solo menemukan ratusan warga diduga menderita penyakit tuberculosis. Kepala Dinas Kota Solo, Siti Wahyuningsih mengungkapkan temuan tersebut usai Dinkes menjalankan gerakan ketuk pintu untuk menjaring penderita tuberculosis di Solo. Hasilnya terdapat 240 warga yang diduga menderita penyakit menular itu. 

"Seratus diantaranya sudah menjalani pemeriksaan, penderita akan kami berikan pengobatan hingga sembuh secara cuma-cuma," tutur Wahyuningsih pada Jumat (24/3). 

Sementara itu dia mengatakan dalam bulan maret ini Dinkes menemukan 10 warga positif menderita tuberculosis. Dia mengungkapkan saat ini Dinkes Kota Solo terus melakukan pemeriksaan, termasuk pada lingkungan tempat tinggal sekitar penderita tuberculosis. Ini untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.

"Sebab dalam setahun penderitanya bisa menular hingga sepuluh orang di sekelilingnya," tuturnya.

Dengan temuan sepuluh warga positif menderita tuberculosis pada Maret ini, kata dia menambah daftar penderita tuberculosis di Solo. Dinkes mencatat terdapat 539 penderita penyakit menular itu. Dia mengimbau penderita mupun warga yang belum mendapat laynan pemeriksaan kesehatan pengecekan penyakit tuberculosis untuk memeriksa diri ke Puskesmas terdekat.

Sementara itu Kepala Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat, Riskiana Putra menjelaskan penderita tuberculosis mempunyai ciri-ciri diantaranya mengalami batuk lebih dari sepekan. Selain itu mengalami penurunan berat badan dan sering keluar keringat.

"Tapi penderita penyakit ini bisa sembuh total asal menjalani pengobatan secara tuntas dan rutin selma enam bulan," kata dia. 

Lebih lanjut dia menyarankan agar penderita menjalani pengobatan di bawah pengawasan medis. Sebab menurutnya kebanyakan warga melakukan pengobatan sendiri dan tak tuntas.Meski diakuinya biaya pengobatan tuberculosis mahal, namun akan ditanggung negara.

Dia mengungkapkan Solo menjadi kota yang rentan dengan penyakit itu terlebih karena padatnya penduduk. Dia mencatat terdapat 1830 kasus tuberculosis tahun lalu yang melakukan pemeriksaanbdi sejumlah layanan kesehatan. Dimana pasiennya berasal dari Solo dan sekitarnya. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA