Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Menteri Susi Imbau Nelayan Bangun Koperasi

Kamis 23 Mar 2017 13:59 WIB

Red: Angga Indrawan

Susi Pudjiastuti

Susi Pudjiastuti

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengimbau pelaku usaha sektor perikanan termasuk nelayan agar mau membangun koperasi. Ini penting dilakukan, kata dia, agar bantuan pemerintah dapat dipertanggungjawabkan dan tepat sasaran.

"Pemerintah ingin memberikan bantuan yang tepat sasaran, karena Kelompok Usaha Bersama pertanggungjawabannya sulit," kata Menteri Susi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (23/3).

Menteri Susi menyampaikan hal tersebut dalam rangkaian kunjungan kerja ke kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Rabu (22/3), dan menyempatkan diri berdialog dengan pembudidaya rumput laut dan mutiara di Kecamatan Palabusa.

Permasalahan yang diutarakan pelaku usaha antara lain terkait dengan kualitas bibit, sulitnya akses pasar, harga jual yang rendah, hingga kurangnya armada kapal untuk menanam atau mengangkut hasil panen. Hal senada juga dikeluhkan pembudidaya kerang mutiara.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Susi mengimbau pembudidaya dan nelayan untuk membangun koperasi, dan setelah bantuan diberikan, koperasi dapat berjalan baik. Selain itu, ujar dia, koperasi juga harus betul-betul beranggotakan pembudidaya/nelayan, pengurusnya dapat berasal dari anak muda setempat, dengan pejabat daerah sebagai pembinanya.

Terkait permasalahan harga dan akses pasar, Menteri Susi menyarankan agar ada kesepakatan harga yang baik antara pembudidaya rumput laut dan tengkulak. Untuk mendongkrak harga, rumput laut bisa dijual sekaligus dalam jumlah besar dengan sistem lelang dan pemerintah akan membantu mendatangkan pembelinya dari luar kota.

"Koperasi yang menentukan jadwal lelangnya, bisa sebulan dua kali," ujar Susi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA