Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Yusril Ingatkan Umat untuk Dukung Kekuatan Politik Islam

Rabu 15 Mar 2017 03:00 WIB

Rep: Ahmad Baraas/ Red: Agus Yulianto

Yusril Ihza Mahendr

Yusril Ihza Mahendr

Foto: Antara/ Wahyu Putro A

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra mengingatkan, Umat Islam Indonesia untuk mendukung kekuatan politik Islam. Dengan demikian umat Islam dapat turut menentukan kebijakan-kebijakan politik di Tanah Air.

"Caranya adalah mendukung partai-partai Islam dalam pemilihan legislatif, pilkada dan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden," kata Yusril lewat keterangan tertulisnya, Selasa (14/3) petang.

Dikatakannya, umat Islam tidak cukup hanya unjuk kekuatan dengan aksi damai, zikir dan doa tanpa langkah-langkah nyata untuk membangun kekuatan politik Islam di Indonesia. Aksi damai, shalat jamaah, zikir dan doa memang penting, namun jangan dilupakan adanya usaha-usaha nyata untuk membangun kekuatan politik yang tangguh.

"Adalah kontradiksi, jika umat Islam menjalankan ibadah menurut tuntunan Islam, namun dalam politik mendukung kekuatan politik sekular. Bahkan tidak jarang kekuatan politik sekuler itu bukan hanya tidak simpatik kepada Islam dan umatnya, tetapi juga bersifat anti-Islam," katanya.

Yusril menyebut, kekuatan politik Islam yang wajib didukung itu adalah kekuatan moderat yang menempatkan Islam dan umatnya berada dalam posisi "ummatan wasatan" (yang berada di tengah). Bukan kekuatan ekstrim, apalagi yang bersifat intoleran terhadap perbedaan.

"Kekuatan Islam moderat ini menjunjung tinggi azas-azas Islam, etika dan moralitas Islam yang bertumpu pada prinsip keadilan bagi semua," katanya.

Dari pengamatannya, pakar hukum tata negara itu mengemukakan, dalam tiga tahun terakhir, umat Islam sama-sama merasakan di era kebebasan yang luar biasa, dimana orang leluasa menista dan merendahkan Islam melalui berbagai media. Sementara, ucapnya, tidak terlihat ada upaya-upaya dari penguasa untuk memberikan edukasi dan menghentikannya.

"Pemerintahan yang tidak simpati kepada Islam, jangan diharapkan akan bersikap adil dan mengayomi Islam dan umatnya," tegas Yusril.

Karena itu, Yusril mengajak umat Islam untuk membangun kesadaran bersama, agar ummat Islam perlu memiliki kekuatan politik Islam yang signifikan, sehingga arah politik ummat ke depan bersifat lebih Islami. Karena bila kekuatan politik Islam semuanya tenggelam sebut Yusril, benteng untuk nenjaga Islam dan juga menjaga Negara Kesatuan RI akan pupus.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA