Friday, 19 Zulqaidah 1441 / 10 July 2020

Friday, 19 Zulqaidah 1441 / 10 July 2020

Ringgo Ajak Geng Barisan Anti Cinta Asmara Konvoi Keliling Bandung

Selasa 14 Mar 2017 14:07 WIB

Red: Hazliansyah

Konvoi Barisan Anti Cinta Asmara keliling Kota Bandung

Konvoi Barisan Anti Cinta Asmara keliling Kota Bandung

Foto: IST

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Jelang penayangannya pada 23 Maret mendatang, film Baracas (Barisan Anti Cinta Asmara) melakukan rangkaian promosi. Salah satunya dengan melakukan konvoi keliling kota Bandung pada Sabtu (11/3) kemarin.

Bukan sekadar konvoi biasa, keliling kota Bandung itu diikuti tidak kurang dari 100 sepeda motor. Dimulai dari halaman kantor The Panas Dalam Band, yang terletak di jalan Ambon, no 8, Bandung.

Pukul 18.00 wib, para peserta yang semuanya lelaki dan dipimpin langsung oleh Imam Besar The Panas Dalam, Pidi Baiq, mulai begerak, menuju jalan Dipati Ukur, Dago, Cihampelas hingga Gazibu. Sebelum kembali ke markas The Panas Dalam, mereka singgah di jalan Sumatera untuk bertemu dengan ketua Baracas, Ringgo Agus Rahman. Sepanjang perjalanan, peserta konvoi menyanyikan lagu-lagu mars Baracas.

Ringgo Agus Rahman, pemeran ketua Baracas dalam film mengaku terharu dengan kedatangan peserta konvoi.

"Terharu euy, melihat ini. Mereka datang, sambil nyanyiin lagu Mars Baracas. Saya tahu bahwa akan ada konvoi, tapi nggak nyangka aja akan seperti ini. Ini luar biasa,” ujar Ringgo.

Salah satu pemain dalam film Baracas, Ajun Perwira yang ikut di rombongan mengaku senang dengan promosi yang dilakukan oleh tim Baracas.

”Keren banget ya, berpromo film dengan cara seperti ini, seperti kampanye. Mudah-mudahan filmnya nanti banyak diminati dan banyak ditonton orang seperti harapan kita semua,” ungkapnya.

Film Baracas menceritakan saat Kota Bandung geger oleh adanya pemuda yang terpaksa meninggalkan keluarganya untuk bergabung dengan Baracas. Baracas adalah merupakan Kelompok Independen yang dibentuk oleh seseorang bernama Agus untuk menjadi tempat bergabungnya kaum lelaki yang dikecewakan oleh wanita.

Mereka meng-klaim dirinya sebagai kaum lelaki yang merana karena adanya peristiwa pengkhianatan, penolakan, dan lain-lain sebagainya. Agus, pendiri dan sekaligus ketua Baracas adalah mantan pacarnya Sarah, Agus kecewa kepada Sarah karena secara tiba-tiba Sarah memutuskan hubungan mereka.

Gerakan-gerakan perlawanan terhadap Baracas dengan berbagai macam upaya. Mereka menuding pihak polisi dan pemerintahan kota Bandung, sengaja membiarkan Baracas untuk berkembang besar. Itulah sebabnya mereka demo. Bagaimana kelanjutannya? 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA