Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Yayasan Dinamika Umat Gelar Workshop Kurikulum Pendidikan Islam

Ahad 12 Mar 2017 20:58 WIB

Red: Irwan Kelana

Yayasan Dinamika Umat menggelar workshop pendidikan dalam rangka HUT ke-14.

Yayasan Dinamika Umat menggelar workshop pendidikan dalam rangka HUT ke-14.

Foto: Dok YDU

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Yayasan Dinamika Umat (YDU), yang mengelola pendidikan Sekolah Dasar  (SD) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) menggelar serangkaian acara dalam rangka hari ulang tahun ke-14. Acara yang dipusatkan di Bukit Dinamika Umat di area perumahan Telaga Kahuripan, Jampang, Kemang, Bogor, Jawa Barat, diawali dengan Workshop  Kurikulum Pendidikan Islam, Sabtu (11/3/2017). Workshop tersebut  menampilkan nara sumber Balitbang Kemdikbud RI Deni Hadiana SSI, MSi.

Ketua Yayasan Dinamika Umat  KH Dr Hasan Basri Tanjung MA mengemukakan,  acara puncak peringatan Milad ke-14 YDU yang memiliki motto 'Selalu Dinamis Membina Umat' dengan memberikan sedekah dan bingkisan untuk guru ngaji, yatim dan dhuafa pada Sabtu (25/3) mendatang. “Acara puncak akan dirangkai dengan silaturahim keluarga besar YDU dan para donatur dengan mengahirkan mubaligh dari Bogor, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bogor KH Ade Sarmili MM,” kata Hasan Basri.

Kegiatan Workshop Kurikulum Pendidikan Islam, mengawali rangkaian Milad ke-14 di YDU yang memiliki branding  'Sekolah Bersih Tanpa Cleaning Service' ini dihadiri sekitar 50  pendidik dari tiga lembaga pendidikan swasta di wilayah Kabupaten Bogor. Ketiganya adalah  SD dan SLTP Dinamika Umat, SD Terpadu Bina Ilmu Parung, Bogor dan SD Al-Iman, Citayam, Bogor. Ketiga lembaga pendidikan yang berbasis Islam ini tergabung dalam wadah Indonesia Bermutu (IB) yang dikomandoi Afrizal Sinaro, direktur utama Penerbit Al-Mawardi Prima dan mantan ketua Ikapi  DKI Jakarta.

Acara workshop tersebut dihadiri Hasan Basri Tanjung, Direktur Pendidikan YDU HJ Fatimah Sururi Hasan MPdI, Kepala SMP Dinamika Umat Lukmanudin Adiguna, Kepala SD Dinamika Umat Asep Kusnadi, Direktur Perguruan Bina Ilmu Parung H Momon Abdul Rohman, Kepala SDT Bina Ilmu Djamaludin SPd, dan Ketua Yayasan Pendidikan Al-Iman Citayam Afrizal Sinaro.
 
Acara workshop yang dipusatkan di ruang kelas SLTP Dinamika Umat berlangsung selama tiga jam, dimulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB. Acara diawali dengan penampilan tim marawis SLTP Dinamika Umat. Kemudian   disambung pembacaan ayat suci Alquran yang dilantunkan oleh Kepala SD Dinamika Umat Asep Kusnadi.

Berikutnya  motivasi yang disampaikan DR KH Hasan Basri Tanjung dengan membedah materi pendidikan bagaikan menanam pohon. Sebelum, memasuki acara inti, Direktur YDU, Hj Fatimah Sururi MPdI memaparkan materi Evaluasi Pembelajaran Terpadu yang sudah dilakukan di lembaga pendidikan yang dikelolanya sejak 2007.

Materi yang disampaikan para pembicara ini dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh peserta untuk menimba ilmu. Apalagi materi yang sangat berharga dari pakar pendidikan Kemdikbud RI Deni Hadiana, yang membedah materi ''Penilaian Bermakna Menggerakkan Darkness into Light''

Deni, memaparkan, jika masyarakat Indonesia yakin bahwa pendidikan adalah porses yang hidup tentang kehidupan, maka kurikulum, pembelajaran, dan penilaian haruslah menjamin kehidupan lebih bermakna. ''Pendidikan adalah pergerakan dari kegelapan ke cahaya,'' ujar Deni Hadiana mengawali pamaparannya di hadapan audiens.

Pendidikan bermutu, sambung pria kelahiran 16 April 1978, adalah pendidikan yang menjamin bahwa siswa melakukan pembelajaran tentang kehidupan di dunia dan kehidupan di akhirat, sesamanya, dirinya, dan pembelajarannya. ''Pendidikan bermutu hanya terwujud melalui guru bermutu. Guru bermutu adalah guru yang berkarakter, kompeten mengajar, kompeten menilai, kompeten meneliti, kompeten membaca,'' katanya.

Menurut  Deni, penilaian dan pembelajaran ibarat dua sisi mata uang. “Ketiadaan salah satunya akan menghilangkan fungsinya. Rusak salah satunya akan menurunkan utilitasnya,'' kata Deni seraya menambahkan guru yang sudah berhenti belajar, sebaiknya segera berhenti mengajar.

Menurut pandangan Deni, guru bermutu adalah cahaya bagi dirinya, para murid, keluarga, dan masyarakatnya. Cahayanya tak pernah padam, karena guru bermutu  tak pernah berhenti belajar dan mengajar. ''Guru bermutu terus berburu baru agar proses pembelajaran berlangsung secara efektif, efisien, interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik,'' paparnya.

Oleh karena itu, kata Deni, jika murid “dipaksa” agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, lalu bagaimana dengan gurunya, pengawasnya, kepala sekolahnya?  ''Ya, mereka harus lebih dulu beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Ini hukum alam!'' tegas Deni Hadiana.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA