Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

MTF Rambah Bisnis Syariah

Rabu 08 Mar 2017 19:07 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Mandiri Tunas Finance

Mandiri Tunas Finance

Foto: mtf.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Mandiri Tunas Finance (MTF) akan merambah bisnis pembiayaan syariah pada tahun ini dengan menggandeng Bank Syariah Mandiri (BSM). Ditargetkan pembiayaan mobil melalui BSM ini mencapai Rp 500 miliar.

Direktur Utama MTF, Ignatius Susatyo Wijoyo menuturkan, program tersebut merupakan salah satu upaya untuk memperluas ekspansi bisnis MTF di tahun ini. Pada tahun ini MTF menargetkan pertumbuhan pembiayaan baru sebesar Rp 20 triliun atau naik 7,50 persen dari realisasi pembiayaan baru 2016 yang mencapai Rp 18,63 triliun.

"Tahun 2016 memang challenging untuk industri multifinance. Pembiayaan mobil baru kami tetap tumbuh, tetapi melambat. Tetapi lending kita tetap tumbuh 8,68 persen di 2016. Tahun ini kita harapkan pertumbuhan lending Rp 20 triliunan," kata Direktur Utama MTF, Ignatius Susatyo Wijoyo dalam paparan kinerja Perseroan tahun 2016, di Jakarta, Rabu (8/3).

Lebih lanjut Susatyo menjelaskan, tahun ini MTF terus melakukan inovasi produk, salah satunya dengan merambah ke bisnis syariah melalui BSM OTO, pembiayaan emas dan kredit multiguna.

"Dengan Bank Syariah Mandiri kita akan luncurkan BSM OTO. Kami juga masuk pembiayaan emas, dan pembiayaan stock financing dealer. Selain itu kami perkuat sales chanel," papar Susatyo.

Deputi Direktur MTF William Francis Indra, menambahkan, untuk BSM OTO konsepnya berbeda dengan referral nasabah Bank Mandiri, tetapi model servicing.

"Jadi semua aset dibukukan di BSM, kami MTF hanya kelola kreditnya. Target pembiayaan syariah tahun ini Rp 500 miliar," kata William.

Adapun untuk investasi emas, menurutnya market saat ini sangat menarik. Awal kuartal I ini perusahaan masih menargetkan di bawah 1 persen, karena baru mulai pada Maret 2017. Sedangkan kredit multiguna dimulai akhir tahun lalu, dan pada tahun ini diharapkan bisa tumbuh dua kali lipat atau Rp 0,5 triliun.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA