Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Dirut Sido Muncul: Ernest Akui Pernyataannya Merugikan Perusahaan

Selasa 07 Mar 2017 18:57 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Teguh Firmansyah

Ernest Prakasa saat syukuran film 'NGENEST'

Ernest Prakasa saat syukuran film 'NGENEST'

Foto: Republika/c32

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komika Ernest Prakasa telah meminta maaf kepada pihak PT Sido Muncul. Hal itu terkait dengan kicauan Ernest terkait pendakwah Zakir Naik yang dianggap merugikan perusahaan.

"Sudah hubungi saya dia sudah minta maaf ke saya, secara pribadi juga minta maaf. Dia merasa karena pernyataannya menyusahkan Sido Muncul," kata Direktur PT Sido Muncul, Irwan Hidayat kepada wartawan.

Seperti diketahui, sebelumnya Ernest dianggap menyebarkan fitnah karena menyatakan Zakir Naik telah mendanai ISIS dalam akun Twitter-nya.  Bahkan, diduga pemain film 'Cek Toko Sebelah' tersebut menghina Wapres Jusuf Kalla lantaran menemui Zakir pada Sabtu (4/3) malam. "JK dgn hangat menjamu Zakir Naik, org yg terang2an mendanai ISIS. Sulit dipahami,” tulis Ernet di akun Twitter-nya @ernestprakasa.

Sementara itu Polda Metro Jaya akan memeriksa dugaan bentuk hinaan komedian pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Ernest Prakasa yang menyebarkan fitnah dai internasional, Zakir Naik mendanai ISIS dan menghina Wakil Presiden Jusuf Kalla. Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. "Nanti kita lihat ya, nanti kita cek bagaimana itu (kasusnya)," ujar Argo saat dihubungi, Selasa (7/3).

Jika nanti memang ditemukan ada pelanggaran UU ITE dalam twit Ernest tersebut, maka kata Argo, pihaknya akan melakukan tindakan seperti halnya kasus Buni Yani yang juga dijerat dengan UU ITE. "Ya nanti bagaimana fakta hukumnya kita cek ya (apakah sama dengan kasus Buni Yani)," kata mantan Kabid Humas Polda Jatim tersebut.

Pendakwah Zakir Naik datang ke Indonesia pekan lalu. Ia menemui sejumlah ulama seperti Arifin Ilham hingga Ustaz Yusuf Mansur. Pada Sabtu (4/3) kemarin, ia juga menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla. Namun seperti kunjungannya ke sejumlah negara sudah-sudah, kabar tak sedap pun muncul. Ia dituding mendanai gerakan ISIS.

Baca juga, Dituding Terkait Teroris, Ini Klarifikasi Zakir Naik.

Namun, semua tudingan itu telah dibantah Zakir Naik. Pada pertengahan 2016, seperti dikutip the Hindu, Zakir Naik menegaskan, "Pernyataan saya telah diterjemahkan di luar konteks. Ada setengah kalimat saya dan dipelintir. Saya adalah pembawa pesan perdamaian. Adalah hal sangat dikecam apakah itu Muslim atau non-Muslim melancarkan serangan teror kepada sesama umat manusia. Saya tidak pernah mendukung hal itu."

Terkait tudingan ia memicu aksi teror, Zakir Naik menegaskan, memiliki hak untuk menyampaikan pendapat. Ia pun meyakini Islam adalah agama yang terbaik. Alquran pun telah menyampaikan hal tersebut. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA