Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Wow, Tim Dokter Temukan 915 Koin dari dalam Perut Penyu

Selasa 07 Mar 2017 01:17 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Bilal Ramadhan

Penyu Sisik

Penyu Sisik

Foto: Dokumentasi Kementerian LHK

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Melemparkan koin ke air mancur sambil mengucapkan permintaan telah menjadi takhayul populer di berbagai belahan dunia. Namun, hal yang sering dilakukan para wisatawan itu menyengsarakan seekor penyu hijau betina berusia 25 tahun di Thailand.

Penyu tersebut dijuluki Bank karena wisatawan kerap melempar koin ke kolam tempat tinggalnya di kota Si Racha, bagian timur Thailand. Banyak orang percaya bahwa melempar koin ke kolam yang dihuni penyu akan membawa keberuntungan dan umur panjang.

Lambat laun, koin-koin yang ditelan Bank membentuk bola seberat lima kilogram dalam perutnya, menyebabkan infeksi yang mengancam jiwa. Lima ahli bedah dari fakultas kedokteran hewan Universitas Chulalongkorn akhirnya memutuskan mengangkat semua koin itu dari perut Bank.

Bola koin itu terlalu besar untuk diambil sekaligus lewat sayatan 10 sentimeter, sehingga diangkat secara bertahap selama empat jam operasi. Banyak dari koin-koin dalam perut Bank didapati telah berkarat atau sebagian hancur tercerna.

Pasakorn Briksawan, salah satu tim bedah, menyebut hasil operasi yang berlangsung Senin (6/3) itu cukup memuaskan. Kini, Bank sedang dalam masa pemulihan di rumah sakit hewan universitas dan menjalani diet makanan cair selama dua pekan mendatang.

Mulanya, Bank dibawa ke dokter hewan oleh angkatan laut yang menemukan spesies yang terancam punah itu tampak sakit di kota pantainya. Para dokter hewan segera melakukan pemindaian tiga dimensi dan tercengang melihat pindaian ratusan koin dan dua kail pancing dalam perut Bank.

"Kami merasa sangat marah karena perbuatan manusia yang dilakukan tanpa berpikir telah merugikan penyu ini," kata Nantarika Chansue, Kepala Pusat Penelitian Hewan Akuatik Universitas Chulalongkorn, dilansir dari laman The Guardian.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA