Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Ade Firman Perankan Transgender di Bid'ah Cinta

Selasa 28 Feb 2017 16:34 WIB

Red: Hazliansyah

Ade Firman berperan sebagi seorang transgender bernama Sandra di film

Ade Firman berperan sebagi seorang transgender bernama Sandra di film "Bid'ah Cinta"

Foto: IST

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktor muda Ade Firman kembali tampil dalam film terbaru. Kali ini Ade berperan dalam film "Bid'ah Cinta" garapan sutradara Nurman Hakim.

Ditemui pada akhir pekan kemarin, Ade mengaku perannya kali ini cukup menantang. Ade berperan sebagai seorang trasgender bernama Sandra.

"Film ini bercerita tentang perbedaan. Karakter Sandra itu dari lahir merasa sebagai perempuan. Shalat pun dia di tempat perempuan dan masyarakat sekitar nggak bisa terima itu," ujar Ade Firman kepada wartawan.

Memerankan karakter yang tidak biasa dalam film, dikatakan pria kelahiran 20 Oktober 1988 ini bukannya tanpa kekhawatiran. Ade ingin menyampaikan bahwa ibadah seseorang tidak bisa diukur oleh seseorang kualitasnya.

"Sebetulnya bukan karena peran, tapi keadaan yang kalau orang mau ibadah urusan dia sama Tuhan. Sandra begitu juga, urusan dia (ibadahnya) diterima apa nggak urusan nanti," ujar Ade.

Kalaupun nantinya ada kontroversi, Ade berharap masyarakat dapat bersikap terbuka dan menonton filmnya terlebih dahulu.

"Kalau kontroversi sih sebisa mungkin santai aja nanggepinya. Kontroversi dari segi mananya? Jadi nanggepinya ya nonton aja dulu baru tahu kontroversi atau nggak," kata Ade.

Bid'ah Cinta mengisahkan hubungan asmara antara seorang gadis cantik Khalida (Ayushita) dan Kamal (Dimas Aditya) dengan latar sebuah perkampungan Betawi. Kisah cinta Khalida dan Kamal layaknya roman klasik Romeo dan Juliet, terbentur restu kedua keluarga.

Hanya, Bid'ah Cinta memasukkan unsur perbedaan pandangan dari keluarga dengan pemahaman Islam puritan dan tradisional. Mereka mempermasalahkan beberapa hal terkait bid'ah, seperti perayaan Maulid Nabi, malam Nisyfu Sya'ban, doa qunut, hingga tahlilan. Praktik-praktik tersebut memang kerap dikait-kaitkan dengan bid'ah.

Persoalan perbedaan pandangan ini yang menyeret hubungan Kamal dan Khalida ke pusaran konflik.

"Kalau ditanya sepenting apa karakter Sandra, ya penting karena menjadi salah satu yang dipermasalahkan dalam film. Dan kalau gue peran apapun pasti akan gue kerjain semaksimal mungkin," kata dia. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA