Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

BI: Utang Luar Negeri Indonesia Masih Sehat

Sabtu 25 Feb 2017 07:17 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya

Petugas memantau pergerakan grafik surat utang negara di di Dealing Room Treasury.

Petugas memantau pergerakan grafik surat utang negara di di Dealing Room Treasury.

Foto: Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) menilai rasio Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia masih sehat. Jumlahnya sekitar 35 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Kalau total utang pemerintah, ULN dan domestik sekitar 28 persen dari PDB dengan batas 60 persen," ujar Deputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara, di Jakarta, Jumat, (24/2). Ia menambahkan, untuk utang swasta justru turun pada beberapa bulan terakhir.

Menurutnya, ada kemungkinan penurunan itu dampak dari program tax amnesty. "Bisa saja, tadinya mereka kan utang ke orang Indonesia sebagai pemegang saham. Perusahaan Indonesia utang ke luar negeri dan dapat dapat jaminan pemegang saham, jadi utang anak usaha dan induk, dan pemiliknya ikut tax amnesty," jelas Mirza.

Ia menyatakan, kini BI tengah meneliti apakah ULN swasta pada 2016 memang turun karena faktor program tax amnesty. Per akhir Januari 2017, jumlah utang pemerintah tercatat mencapai lebih dari Rp 3.500 triliun. 

Mirza juga menyebutkan, berdasarkan survei BI inflasi minggu kedua sekitar 0,35 persen month to month (mtm). Sebelumnya pada Januari cukup tinggi yakni mencapai 0,97 persen mtm.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA