Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Kemenpar Rilis Jumlah Wisman 2016 Mencapai 12,023 Juta

Sabtu 18 Feb 2017 11:27 WIB

Red: Hazliansyah

Wisatawan mancanegara turun dari kapal kapal pesiar MS Volendam yang bersandar di Pelabuhan Benoa, Bali, Rabu (28/12).

Foto:

Kemenpar Rilis Jumlah Wisman 2016 Mencapai 12,023 Juta

Di regional ASEAN, pertumbuhan itu tergolong fantastis, karena angka itu sudah jauh lebih tinggi daripada pertumbuhan Thailand 8,91 persen dan Singapore 7,69 persen. Malaysia yang datanya masih di Januari – Oktober 2016, juga hanya 4,37 persen.

“Kita masih tumbuh dua digit, di tengah tensi sosial politik dalam negeri naik turun,” jelas I Gde Pitana, yang menyebut pertumbuhan tahun ini adalah yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Ketiga, karena bulan Oktober-November-Desember 2016, penggunaan Big Data MPD itu sudah diimplementasikan, maka secara otomatis 2017 hampir pasti juga menggunakan metode yang sama. Teknologi ini akan terus dipakai, sampai 100 persen PLB itu memiliki TPI, karena metodologi itu harus dipakai secara konsisten untuk menjaga keajegan angka-angka.

Lebih dalam lagi Pitana menjelaskan, daerah perbatasan itu menjadi bahan perdebatan karena selama tahun 2016 Kemenpar memang menggarap crossborder area tersebut, seperti dengan berbagai Festival Wonderful Indonesia di Aruk, Entikong, Skow, Merauke, Jayapura dan Atambua.

"Ini sejalan dengan program Pak Presiden Joko Widodo yang menginginkan daerah terdepan itu lebih berdaya secara ekonomi. Dan berbagai kegiatan festival pariwisata itu disambut antusias oleh masyarakat perbatasan dan wisman Negara tetangga,” ungkap I Gde Pitana.

Tahun 2017, wilayah perbatasan itu masih akan digoyang dengan berbagai festival oleh Kemenpar. Tahun 2017 ini presiden semakin serius mendorong pemerataan pembangunan, dan konsisten memperkuat kawasan perbatasan.

Dalam dua tahun pertama pemerintahannya, Presiden Jokowi beberapa kali berkunjung ke daerah perbatasan, antara lain ke Pos Perbatasan Motaain (Desa Silawan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur), Entikong (Kalimantan Barat), dan Pulau Sebatik (Kalimantan Utara).Menurut data, Indonesia punya 92 pulau terluar. Pulau-pulau itu berbatasan langsung dengan Timor Leste, Australia, Filipina, Malaysia, Palau, India, Singapura, Vietnam, dan Papua Nugini.

Presiden Joko juga berkomitmen untuk terus membangun infrastruktur dan memperbaiki layanan publik di seluruh daerah terluar Indonesia. Hal itu disampaikan saat peresmian bandara di Miangas, Talaud, Sulawesi Utara, 19 Oktober 2016 lalu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA