Sunday, 15 Rabiul Awwal 1442 / 01 November 2020

Sunday, 15 Rabiul Awwal 1442 / 01 November 2020

Kemenpar Rilis Jumlah Wisman 2016 Mencapai 12,023 Juta

Sabtu 18 Feb 2017 11:27 WIB

Red: Hazliansyah

Wisatawan mancanegara turun dari kapal kapal pesiar MS Volendam yang bersandar di Pelabuhan Benoa, Bali, Rabu (28/12).

Wisatawan mancanegara turun dari kapal kapal pesiar MS Volendam yang bersandar di Pelabuhan Benoa, Bali, Rabu (28/12).

Foto: Antara/Fikri Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pariwisata menyebut jumlah wisatawan mancanegara (wisman) selama 2016 mencapai angka 12,023 juta atau naik 15,54 persen. Jumlah tersebut 23 ribu di atas target yang disusun menuju 20 juta wisman di ujung tahun 2019 nanti.

Dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Pariwisata, angka 12,023 juta didapat dari 11.519.275 wisman yang dilaporkan secara resmi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ditambah ekstrapolasi dari bulan Januari hingga September 2016 sebesar 504.696 wisman yang belum dimasukkan.

Kepala BPS Suharyanto menyebut 4,2 persen itu tidak dimasukkan karena tidak diperkenankan backcasting oleh Forum Masyarakat Statistik (FMS).

“BPS sebenarnya sudah setuju dengan ekstrapolasi Januari-September 2016 sebesar 504 ribu (4,2%) itu, dan sudah dipresentasikan di depan Forum Masyarakat Statistik (FMS) pada tanggal 8 Februari 2017. Hanya saja FMS belum merekomendasi angka 504 ribu itu untuk dimasukkan. Tetapi BPS maupun FMS mempersilakan Kemenpar menggunakan angka riil 12,023 juta itu kepentingan pariwisata,” jelas I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Mancanegara Kemenpar.

Karena untuk membuat evaluasi, mengambil keputusan cepat, merumuskan perencanaan dan menyampaikan data ke industri yang bergerak di sektor pariwisata, Kemenpar menggunakan angka 12,023 juta.

Menurut I Gde Pitana, data ekstrapolasi 504 ribu sangat valid, bahkan sulit dibantah, karena dihitung dengan menggunakan teknologi Big Data - Mobile Positioning Data (MPD).

MPD itu hanya untuk menghitung 19 Kabupaten, 46 Kecamatan, tahun 2016 di crossborder area, atau PLB Pos Lintas Batas, yang belum ada TPI-nya (Tempat Pemeriksaan Imigrasi). Selama ini, daerah perbatasan yang non TPI ini dilakukan survey, mengambil sampling selama beberapa hari, untuk memotret satu tahun.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA