Selasa, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 Januari 2020

Selasa, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 Januari 2020

Jelang Seri IV IBL, Pelita Jaya Tarik Fictor Roring

Kamis 16 Feb 2017 13:32 WIB

Red: Israr Itah

Fictor 'Ito' Gideon Roring

Fictor 'Ito' Gideon Roring

Foto: REPUBLIKA/Israr Itah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fictor Gideon Roring tak lama-lama menjadi penonton kompetisi basket IBL Pertalite 2017. Setelah lepas dari Garuda Bandung akhir musim lalu, Ito--panggilannya--kini bergabung dengan Pelita Jaya Energi Mega Persada. Namun ia tak menjadi pelatih kepala, melainkan menangani banyak hal terkait operasional PJ.

“Terserah menyebutnya apa, tapi tugas saya lebih banyak di manajemennya, menangani operasional klub. Mulai dari kontrak pemain, staf pelatih, akademi klub, dan banyak hal lain. Pekerjaan ini sudah pernah saya lakukan sebelumnya (di Satria Muda),” kata Ito saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (16/2).

PJ merupakan klub tempat Ito memulai karier emasnya di basket Indonesia. Saat itu dia bekerja di bawah arahan Nath Canson, pelatih asal Filipina. Bersama PJ, Ito bahkan sempat menjadi juara nasional pada musim kompetisi 1991-1992.

Dia kemudian bergabung dengan Aspac dan menjadi juara pada 1995-1996. Tahun 1999, Ito bergabung dengan Satria Muda dan mengantar tim ini menjadi juara Kobatama pada musim tersebut.Sebagai pemain dia juga menjadi bagian saat tim nasional Indonesia meraih medali perak SEA Games Kuala Lumpur 2001.

Dia kemudian menjadi pelatih kepala Satria Muda dan mengantar klub ini menjadi juara nasional IBL. Karier Ito cemerlang sebagai pelatih. Dua kali dia membawa tim Merah Putih meraih medali perak SEA Games, yakni di Nakhorn Ratchasima Thailand 2007 dan Singapura 2015. 

Pelatih PJ, Johannis Winnar mengakui Ito banyak memberikan masukan berharga. “Dia banyak memberikan saran dan masukan positif bagi tim ini,” kata Ahang, sapaan Winar yang menjadi asisten Ito saat timnas merebut medali perak di SEA Games.

Akan tetapi Ito mengaku sebenarnya tak perlu memberikan banyak masukan, terutama dari sisi teknis. Terlebih saat pertandingan berlangsung. "Ahang kan sudah bagus. Yang pasti tugas kami akan berat mengingat PJ sudah mengalami tiga kekalahan," kata dia.

Ia menilai keluarnya empat pemain dan diganti masuknya dua muka baru cukup mempengaruhi performa pelita yang musim lalu menembus final. Ito menegaskan ia akan berusaha membantu memperkuat internal tim agar PJ bisa makin kompetitif dengan skuat yang dimiliki saat ini.

"Tidak usah tanyakan target. Saya selalu ingin juara. Kami harus bekerja keras untuk itu," tegasnya.

IBL Pertalite akan memasuki Seri IV pada Sabtu (18/2) dan Ahad (19/2) ini di Jakarta.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA