Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kemendikbud Jalin Kerja Sama dengan Pemerintah Belanda

Selasa 14 Feb 2017 09:31 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Angga Indrawan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mendikbud Muhadjir Effendy.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mendikbud Muhadjir Effendy.

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjalin kerja sama dengan Pemerintah Belanda. Kerja sama dilakukan untuk penguatan pendidikan vokasi dan kebudayaan.

"Indonesia dan Belanda ingin berbagi, tidak hanya politik ekonomi, tetapi juga sosial budaya," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Senin (13/2).

Penandatanganan kerja sama dilakukan di Kemendikbud pada Senin (13/2) lalu. Kerja sama ditandai dengan penandatanganan tiga naskah kerja sama, yakni MoU bidang kebudayaan, //letter of intent (Lol) bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan kejuruan, dan //technical arrangement (TA) mengenai identifikasi kebutuhan untuk proyek percontohan di Indonesia serta revitalisasi pendidikan dan pelatihan kejuruan di sektor pertanian.

Muhadjir menjelaskan, pemerintah menjalin kerja sama di bidang kebudayaan, salah satunya untuk mengenalkan warisan budaya Indonesia pada dunia. Ia meyakini, sejarah panjang yang dipunyai Indonesia dan Belanda, mampu menyokong promosi kebudayaan Indonesia ke dunia internasional.

Selain itu, Mendikbud mengatakan, pemerintah ingin menduplikasi kesuksesan pendidikan vokasi Pemerintah Belanda, khususnya di bidang pertanian. Ia menjabarkan, skema kerja sama salah satunya, yakni adanya transfer tenaga ahli dari Belanda untuk mengajar dan melatih di Indonesia. Sementara untuk program jangka panjang, pemerintah berencana mengirim pelajar dan pelajar untuk praktik pertanian ke Belanda.

Muhadjir menuturkan, sekitar 60 persen budidaya tanaman kebun atau hortikultura di Eropa, berasal dari Belanda. Selain itu, bunga tulip dari negara Kicir Angin itu menguasai pasar Eropa. "Makanya SMK pertaniannya bervariasi jurusannya. Kita akan meniru apa yang dilakukan Belanda," tutur dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA