Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

Tanpa Darnell, Siliwangi tak Berdaya Lawan Satya Wacana

Ahad 24 December 2017 17:03 WIB

Rep: Fitriyanto / Red: Ratna Puspita

Logo Indonesian Basketball League Pertalite

Logo Indonesian Basketball League Pertalite

Foto: iblindonesia.com

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO — Tanpa diperkuat pemain asingnya Darnell Brown, Siliwangi Bandung tidak berdaya menghadapi Satya Wacana Salatiga. Dalam lanjutan Indonesian Basketball League (IBL) 2017/2018 seri-3 Solo, Ahad (24/12), Siliwangi kembali menelan kekalahan dengan skor 74-93 (58-75). 

Hasil ini membuat Siliwangi menelan tujuh kekalahan dari tujuh gim yang telah dimainkan dan terpuruk di dasar klasemen Divisi Putih. 

Satya Wacana unggul 24-26 di kuarter satu, lalu 50-29 pada kuarter dua, kemudian 75-58 di kuarter tiga, dan akhirnya menutup permainan 93-74. Dua pemain asing Satya Wacana mencetak double double, yakni Jontaveous Sulton dengan 38 poin dan 12 rebound sedangkan Madarious Gibbs 29 poin dan 10 rebound.

“Tanpa Darnell tim menjadi timpang,  kita tidak memiliki pemimpin di lapangan, anak-anak seperti kehilangan induk. Dan, lebih banyak bermain sendiri-sendiri,” ujar Asisten Pelatih Siliwangi Lucky Pinontoan usai pertandingan.

Darnell merupakan motor serangan Siliwangi selama ini, aliran bola maupun Poin Siliwangi banyak bergantung darinya. Menurut Lucky, Darnell mengalami cedera lutut kiri yang membuatnya tidak dapat bermain pada pertandingan kali ini.

“Sebenarnya pertandingan lawan Satya Wacana kali ini, kami ingin menang, karena sudah enam pertandingan kita belum pernah menang. Tapi ternyata Darnell cedera, dan terpaksa kami harus menerima kenyataan ini. Semoga saja di seri berikutnya kita bisa pecah telur kemenangan,” ujar Lucky.

Pemain Siliwangi Freddy Bachtiar yang pada pertandingan kali ini mencetak 18 poin mengatakan ketidakhadiran Darnell membuat penampilan timnya buruk. “Tidak ada yang mengatur di lapangan, jadi saat menyerang kita terburu-buru, waktu bertahan juga kurang komunikasi,” kata dia. 

Pelatih Satya Wacana Efri Meldi  mengaku tidak ada game plan khusus pada pertandingan kali ini. Dia mengatakan timnya hanya mengandalkan rekaman pertandingan untuk mengetahui gaya permainan Siliwangi. 

“Sebenarnya, saya lebih takut dengan big man Siliwangi yang sebelumnya juga bagus di outside.  Kalau yang sekarang, kami hanya fokus untuk menjaga small man mereka saja,” kata dia. 

Dia menambahkan pada pertandingan kali ini, timnya berusaha bermain bagus sejak awal. “Selain itu ingin mencari momentum, setelah kemarin kita kalah dari Pacific yang seharusnya bisa kita ambil,” kata Efri. 

Kemenangan ini semakin mengukuhkan dominasi Satya Wacana terhadap Siliwangi. Pada pertemuan pertama di Seri-1 Semarang, Satya Wacana menang dengan skor 71-66.  Dari tujuh pertandingan yang telah dimainkan, Satya Wacana mencatat tiga kemenangan. 

 

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES