Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Makna Mengubah Keadaan Suatu Kaum

Ahad 12 Feb 2017 21:40 WIB

Rep: A Syalaby Ichsan/ Red: Agung Sasongko

Alquran

Alquran

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Metode baca Alquran One Day One Juz merupakan bentuk ikhtiar untuk mengubah keadaan satu masyarakat. Kecintaan kepada Alquran coba ditularkan kepada warga dari berbagai latar belakang dan profesi. Dari mahasiswa, dokter hingga jawara bisa menjadi anggota ODOJ.

Ikhtiar ini mengambil makna sebuah potongan ayat dalam Alquran yang sangat terkenal dan sering dikutip saat pelatihan motivasi. "...Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.." (ar-Ra'd: 11).

Redaksi lengkap ayat tersebut berbunyi, "Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya; mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya; sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia."

Said Quthb dalam tafsir Fidzilalil Quran menjelaskan, Allah selalu mengikuti mereka dengan memerintahkan malaikat-malaikat penjaga untuk mengawasi apa saja yang dilakukan manusia untuk mengubah diri dan keadaan mereka.

Nantinya Allah akan mengubah kondisi mereka itu. Sebab, Allah tidak akan mengubah nikmat atau bencana,  kemuliaan atau kerendahan, kedudukan atau kehinaan kecuali jika orang-orang itu mau mengubah perasaan, perbuatan, dan kenyataan hidup mereka.

Karena itu,  Allah akan mengubah keadaan diri mereka sesuai dengan perubahan yang terjadi dalam diri dan perbuatan mereka sendiri. Meskipun Allah mengetahui apa yang bakal terjadi dari mereka sebelum hal itu terwujud, apa yang terjadi atas diri mereka itu adalah sebagai akibat dari apa yang timbul dari mereka. Jadi, akibat itu datangnya belakangan waktunya sejalan dengan perubahan yang terjadi pada diri mereka.

Ini merupakan hakikat yang mengandung konsekuensi berat yang dihadapi manusia. Maka, berlakulah kehendak dan sunah Allah bahwa sunah-Nya ada pada mereka itu sendiri. Berlakunya sunah-Nya pada mereka didasarkan pada bagaimana perilaku mereka dalam menyikapi sunah ini.

Nash ini juga menjadi dalil yang menunjukkan betapa Allah telah menghormati makhluk yang berlaku padanya kehendak-Nya bahwa dia dengan amalannya itu sebagai sasaran pelaksanaan kehendak-Nya.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA