Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Menteri Pupera Dorong Kredit Mikro Perumahan untuk Pekerja Informal

Ahad 12 Feb 2017 09:40 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Winda Destiana Putri

Ilustrasi perumahan rakyat.

Ilustrasi perumahan rakyat.

Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan (Pupera) Rakyat Basuki Hadimuljono meminta Bank Tabungan Negara (BTN) segera merealisasikan Kredit Mikro Perumahan untuk masyarakat yang bekerja di sektor informal. Dengan Kredit Mikro Perumahan tersebut, diharapkan masyarakat  bisa lebih mudah memiliki rumah bersubsidi pemerintah guna mendorong pemerataan pembangunan perumahan di Indonesia.

"Saya berharap Kredit Mikro Perumahan bagi masyarakat yang bekerja di sektor informal bisa segera direalisasikan oleh Bank BTN," ujarnya melalui siaran resmi yang diterima, Sabtu (11/2). Kredit Mikro Perumahan tersebut diharapkab segera dilaksanakan pada akhir Februari 2017.

Dengan demikian, kata dia, masyarakat bisa segera memanfaatkan fasilitas tersebut untuk memiliki rumah impiannya dengan harga terjangkau, mendapatkan subsidi dari pemerintah sekaligus mensukseskan Program Satu Juta Rumah. Sejauh ini, masih banyak masyarakat Indonesia yang bekerja di sektor informal tapi memiliki kemampuan membayar cicilan rumah. Namun dengan adanya kemudahan fasilitas kredit dari BTN tentu akan membuat mereka segera memiliki rumah.

Sementara itu Direktur Utama Bank BTN Maryono menegaskan, pihaknya sebagai bank yang memang bergerak di pembiayaan perumahan akan terus mendukung program perumahan pemerintah. "BTN juga akan berusaha agar masyarakat bisa memanfaatkan Kredit Mikro Perumahan apalagi kebutuhan rumah di Indonesia terus meningkat," ujarnya.

Ia mengatakan, salah satu upaya untuk memberikan akses perumahan kepada masyarakat adalah melalui penyelenggaraam pameran perumahan. Untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, BTN menggelar pameran Indonesia Property Expo 2017 mulai 11 - 19 Februari 2017 di JCC, Jakarta.

Pameran tersebut diikuti 120 pengembang perumahan non subsidi dan 100 pengembang perumahan bersubsidi. Sekitar 700 proyek properti mulai dari apartemen, kondotel, pergudangan, perumahan dan pertokoan yang berada di lokasi-lokasi strategis juga meramaikan pameran tersebut.

Dalam pameran ini, BTN bekerjasama dengan Kementerian Pupera dan REI menawarkan berbagai promosi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, seperti bunga murah 4,67 persen fixed 1 tahun untuk KPR non subsidi dan bunga 5 persen untuk KPR bersubsidi. Selain itu uang muka ringan hanya 5 persen untuk KPR non subsidi dan 1 persen untuk KPR bersubsidi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA