Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

PLN Mataram Perbaiki Jaringan Listrik yang Putus Akibat Pohon Tumbang

Rabu 08 Feb 2017 01:47 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Budi Raharjo

Petugas sedang memeriksa jaringan listrik.

Petugas sedang memeriksa jaringan listrik.

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Hujan disertai angin kencang yang melanda Pulau Lombok sejak pekan lalu menyebabkan pohon tumbang dan beberapa infrastruktur kelistrikan, khususnya jaringan kabel PLN terganggu. Manajer PLN Area Mataram, Chaidar Syaifullah, mengakui dalam seminggu terakhir memang pemadaman listrik sering terjadi.

Kondisi ini disebabkan karena cuaca hujan dan angin kencang, yang membuat pohon-pohon bertumbangan dan menimpa jaringan kabel PLN. Salah satu contoh jaringan di Jalan WR Supratman, Kota Mataram, putus karena tertimpa pohon rubuh.

PLN Area Mataram, ia katakan, telah menerjunkan 18 tim teknisi untuk perbaiki jaringan. "Kami mohon maaf kepada pelanggan atas pemadaman yang terjadi. Kami berusaha semaksimal mungkin memperbaiki jaringan yang terganggu dengan menurunkan tim teknisi yang ada," ujarnya di Mataram, Selasa (7/2).

Ia menambahkan, akibat banyaknya jaringan yang terganggu, beban penggunaan listrik di Pulau Lombok juga mengalami penurunan yang signifikan. Normalnya, beban puncak pada siang hari mencapai 140 megawatt (MW), namun hari ini (7/2) hanya sebesar 70 MW. Sementara daya mampu pembangkit di Pulau Lombok mencapai 224 MW.

"Ada pengurangan penggunaan beban sekitar 50 persen. Jadi, pemadaman ini bukan karena PLN kekurangan daya, tapi karena gangguan jaringan, akibat angin kencang," lanjutnya.

Tidak hanya di Pulau Lombok, angin kencang juga membuat jaringan di Bima terganggu. Sekitar 250 pelanggan di tiga wilayah, yaitu Wera, Kwangko, dan Pekat mengalami pemadaman akibat aliran listrik terganggu.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, angin kencang diprediksi masih akan terjadi hingga Kamis (9/2). Adanya pusat tekanan rendah di barat laut Benua Australia (994 hPa) yang  menarik massa udara di sekitar wilayah NTB dengan kuat sehingga dirasakan sebagai angin kencang.

Untuk meminimalisir gangguan, PLN mengimbau masyarakat untuk secara rutin memangkas pohonnya yang berada di dekat jaringan PLN.

“Jika masyarakat tidak berani memangkas pohonnya yang dekat jaringan, PLN siap untuk membantu, karena kita punya petugas untuk itu, yang penting diizinkan saja oleh pemilik pohon. Demi kepentingan bersama," kata Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN Wilayah NTB, Fitriah Adriana.

Selain itu, PLN, kata Fitrah, juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan ke contact center PLN 123 atau ke Kantor PLN terdekat apabila menemukan pohon tumbang dan mengenai jaringan listrik.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA