Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Gelombang Laut Capai 6 Meter di Perairan Pulau Rote

Selasa 07 Feb 2017 10:34 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Gelombang tinggi

Gelombang tinggi

Foto: treehugger.com

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) El Tari Kupang, melaporkan tinggi gelombang enam meter saat ini melanda wilayah perairan laut selatan Kupang, Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT). "Gelombang setinggi enam meter ini juga berpotensi terjadi di perairan Selatan Pulau Sumba, Laut Sawu, Laut Timor Selatan NTT dan Samudera Hindia Selatan NTT," kata Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) El Tari Kupang, Siti Nenotek  di Kupang, Selasa (7/2).

Selain itu, di wilayah perairan Utara Pulau Flores tinggi gelombang juga mencapai lima meter. Sementara gelombang tinggi 2,5 hingga empat 4 meter juga berpotensi terjadi di Selat Flores, Selat Lamakera, Selat Boling, Selat Ombai, Selat Wetar, Selat Alor dan Selat Sape. Kecepatan angin rata-rata 20 hingga 35 knot," katanya.

Kondisi itu, katanya terkait adanya daerah tekanan rendah di perairan Barat Laut Australia yang memberi dampak angin kencang di wilayah NTT. Dampak dari angin kencang tersebut, memicu tinggi gelombang yang cukup signifikan di perairan NTT. "Kondisi ini, terutama di perairan-perairan terluar yang secara geografis berada di dekat daerah tekanan rendah tersebut," katanya.

Buruknya kondisi cuaca membuat lintas penyeberangan di kawasan tersebut ditutup sementara. General Manajer PT ASDP Cabang Kupang Arnoldus Yansen secara terpisah mengatakan, saat ini semua lintasan penyeberangan di daerah itu sementara ditutup, karena gelombang laut yang tinggi serta keadaan cuaca yang kurang memungkinkan bagi kapal-kapal feri berlayar.

"Sampai sekarang, pihak ASDP Cabang Kupang masih menutup semua jalur lintas penyeberangan di Nusa Tenggara Timur akibat wilayah perairan setempat kurang bersahabat. Terjadi gelombang pasang dan angin kencang," katanya.

Dia mengatakan pihaknya lebih mengutamakan keselamatan penumpang dari pada harus memilih mengoperasikan sejumlah kapalnya. "Kita tambah lagi waktu penutupan lintasan pelayaran yang awalnya akan buka pada Senin (6/2), tetapi ternyata ada imbauan dari BMKG bahwa cuaca masih sangat buruk," ujar Arnoldus Yansen.


sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA