Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Wahidin-Andika Jaga Potensi Raihan Suara

Kamis 02 Feb 2017 17:15 WIB

Red: Muhammad Hafil

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Banten Wahidin Halim-Andika Hazrumy (kanan) berfoto bersama pesaingnya Rano Karno-Embay Mulya Syarif.

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Banten Wahidin Halim-Andika Hazrumy (kanan) berfoto bersama pesaingnya Rano Karno-Embay Mulya Syarif.

Foto: ANTARAFOTO/ASEP FATHULRAHMAN

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG --Juru Bicara Tim Sukses (Timses) pasangan calon (paslon) Pilkada Banten 2017, Wahidin-Andika, Jazuli Abdillah,  meminta anggota tim untuk berjuang meningkatkan raihan suara.  Ia meminta kepada semua tim dan simpatisan untuk turun mengawal dan meningkatkan kemenangan meskipun hasil survei menyebut elektabilitas Wahidin-Andika unggul dibanding paslon lainnya, Rano-Embay. 

"Semua pendukung Wahidin-Andika wajib mengawasi jangan sampai terjadi kecurangan. Terus turun dan jaga TPS masing-masing dan raihlah simpati pemilih sebanyak mungkin," kata Jazuli  melalui pesan singkatnya kepada Republika.co.id saat dimintai tanggapan atas hasil survei Lembaga Survei Politik (LSP) Indonesia, Kamis (2/2).

Sebelumnya, LSP  Indonesia telah mengeluarkan rilis surveinya untuk Pilkada Banten 2017, Rabu (1/2).  Hasilnya adalah elektabilitas Wahidin Andika meraih 39,50 persen dan Rano-Embay 32,10 persen. Selisih kemenangan WH atas lawannya adalah sebesar 7,40 persen. Syaf Zulkarnai dari LSP menyatakan masih ada sisa suara sebanyak 28,40 persen menyatakan rahasia, tidak tahu atau tidak menjawab. "Pada umumnya 10 hari menjelang pemungutan suara sudah tidak mungkin mengubah pilihan. 61,4 persen menyatakan pilihannya sudah mantap, tidak akan berubah," ujarnya. 

Survei LSP  yang dirilis kepada publik itu dilaksanakan pada tanggal 21 hingga 27 Januari 2017 dengan jumlah responden 800 orang. LSP Indonesia mengklaim tingkat margin of error dalam surveinya sebesar 3,6 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Setiap responden ditemui pewawancara yang telah dilatih. Satu pewawancara bertugas untuk satu desa atau kelurahan terpilih dengan jumlah responden sebanyak 10 orang di setiap desanya.  LSP Indonesia menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah KK terpilih di seluruh Banten sebanyak 800 KK yang terpilih seluruh kabupaten/kota di Banten.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA