Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Tesla Tingkatkan Sistem Autopilot

Jumat 27 Jan 2017 20:11 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Winda Destiana Putri

Tesla

Tesla

Foto: Dailymail

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah sempat tertunda, Autopilot terbaru Tesla akhirnya siap untuk didistribusikan secara massal. Kabar ini diungkapkan oleh CEO Tesla Motors, Elon Musk, melalui Twitter pribadinya.

Tesla pertama kali memberikan bocoran terkait sistem baru Enhanced Autopilot untuk paket perangkat keras Hardware 2.0 (HW2) pada Desember lalu. Akan tetapi, peluncuran perangkat lunaknya mengalami penundaan karena masalah bugs. Setelahnya, Tesla melakukan pembaruan secara terbatas terhadap 1.000 mobil serta pengunduhan pasif untuk seluruh armada mobil dengan HW2.

"Autopilot untuk HW2 diluncurkan untuk semua mobil HW2 hari ini. Tolong diperhatikan. Beberapa mobil akan membutuhkan penyesuaian sudut pitch kamera melalui servis," tulis Musk seperti dilansir Mashable.

Alih-alih langsung melimpahi sistem dengan semua kemampuan baru HW2 dalam satu waktu, pembaruan Autopilot akan diluncurkan secara bertahap sepanjang tahun. Pembaruan yang bisa dilakukan melalui pengunduhan over-the-air ini terjadi setiap dua hingga enam minggu.

Baca juga: Tesla Perkenalkan Mobil Listrik 778 HP

Peluncuran tahap pertama memberikan pengemudi Tesla akses terhadap beberapa fitur seperti Traffic Aware Cruise Control, Forward Collision Warning dan Autosteer+. Fitur Autosteer+ yang bekerja secara tandem dengan fitur Traffic Aware Cruise Control berfungsi untuk menjaga kendaraan tetap di jalurnya dalam keadaan macet parah secara otomatis. Akan tetapi, di awal, fungsi ini hanya terbatas untuk penggunaan dengan kecepatan di bawah 45 mph.

Beberapa pemilik Tesla mungkin merasa kecewa dengan adanya penundaan-penundaan sekaligus kalimat peringatan yang muncul terkait dengan peluncuran perangkat lunak ini. Akan tetapi, penundaan dan peringatan tersebut dilakukan dengan tujuan yang baik karena sebelumnya Autopilot Tesla menyebabkan kecelakaan serius.

Meski Tesla dinyatakan tidak bersalah, kecelakaan tersebut membuat fokus yang diberikan pada sistem kemudi otomatis Tesla menjadi lebih besar. Salah satu fokus tersebut ialah pemberian informasi yang lebih baik pada pengguna terkait fungsi dan kemampuan sistem ini.

Sistem Autopilot terdahulu masih termasuk sistem kendali otomatis level 2, yang artinya masih membutuhkan kontrol dari manusia untuk berkendara. Akan tetapi, dengan HW2, Tesla menyasar target sistem kendali otomatis level 5 di mana sistem otomatis dapat menjalankan semua tugas berkendara secara penuh.

Meski pembaruan perangkat lunak dilakukan bertahap, Musk memastikan bahwa kemampuan penuh dari HW2 akan diluncurkan semua di akhir tahun ini. Musk memberikan gambaran kasar bahwa pembaruan ini akan dimulai paling cepat Maret mendatang.

Dengan Enhanced Autopilot dan perangkat keras baru, Tesla dinilai dapat menjadi mobil pertama yang menyelesaikan permasalahan rumit terkait kemudi otomatis pada mobil. Memang akan ada beberapa penundaan untuk memperbaiki sistem tersebut. Akan tetapi, penundaan lebih baik demi keamanan bersama.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA