Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

Masjid di Davis Jadi Korban Kejahatan Kebencian

Kamis 26 Jan 2017 12:00 WIB

Rep: Marniati/ Red: Agung Sasongko

Islamofobia (ilustrasi)

Islamofobia (ilustrasi)

Foto: Bosh Fawstin

REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA -- Masjid yang berada di Davis, California menjadi korban kejahatan kebencian. Akibatnya jendela masjid rusak dan terdapat potongan daging babi di pintu masjid.

Berdasarkan video yang ada di dekat lokasi kejadian diketahui pelaku penyerangan masjid seorang wanita berambut panjang.

"Saya pikir menjadi penting untuk kita semua sadari  bahwa apa yang terjadi pada islamic centre di Davis mengejutkan kita semua. Masjid kami telah dirusak,” ujar wakil presiden internal dari Himpunan Mahasiswa Muslim UC Davis, Nida Ahmed seperti dilansir theaggie.org, belum lama ini.

Perusakan ini telah dikategorikan sebagai kejahatan rasial. Aksi pengrusakan masjid berawal dari adanya kontrovesi pada acara yang diselenggarakan oleh Davis College Republik (DCR). Dalam acara tersebut DCR mengundang Milo Yiannopoulos, seorang wartawan dan pengusaha asal Britania Raya. Kemunculan Milo Yiannopoulos menyebabkan protes sehingga acara menjadi batal.

Menurut Nida, kejahatan rasial memang mengejutkan umat muslim setempat. Namun hal tersebut tidak akan menghalangi organisasi untuk terus mengadakan acara-acara dalam menyebarkan pesan toleransi. Dengan menyebarkan pesan toleransi maka semua warga akan menyadari keberadaan muslim setempat.

Insiden pengrusakan masjid ini terjadi hanya dua hari setelah pelantikan Presiden Donald Trump.  Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR)  mengeluarkan pernyataan yang menyerukan negara bagian dan federal untuk melakukan penegakan hukum. CAIR menawarkan hadiah uang untuk setiap informasi yang mengarah pada penangkapan pelaku.

Direktur eksekutif CAIR-SV, Basim Elkarra mengatakan CAIR meminta kepada pihak penegak hukum dan FBI untuk menyelidiki motif dari penyerangan ini dan membawa pelaku ke pengadilan.

Dengan menghukum pelaku maka akan mengirim pesan kepada semua pihak bahwa Islamophobia tidak akan ditoleransi atau diabaikan.

Untuk memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan pada Islamic Center, muslim melakukan kampanye pendanaan yang dimulai pada 22 Januari lalu. Uang akan digunakan untuk perbaikan masjid. Sejak diluncurkan, panitia telah berhasil mengumpulkan hampir 20.000 dolar. Angka ini lebih dari dua kali dari  target awal, uang terkumpul dalam waktu kurang dari 48 jam.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA