Selasa, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 Januari 2020

Selasa, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 Januari 2020

Singapura Jadi Investor Terbesar di Indonesia pada 2016

Rabu 25 Jan 2017 19:36 WIB

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Dwi Murdaningsih

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong saat konferensi pers kinerja BKPM di Jakarta, Rabu (25\1)

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong saat konferensi pers kinerja BKPM di Jakarta, Rabu (25\1)

Foto: Tahta Aidilla/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Singapura mencatatkan diri sebagai investor asing yang menanamkan modal paling besar di Indonesia selama periode Januari-Deesember 2016. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, sepanjang 2016 negeri tetangga tersebut telah berinvestasi sebanyak 9,2 miliar dolar AS.

Kepala BKPM Thomas Lembong menuturkan, setelah Singapura, berada di urutan kedua sebagai investor asing terbesar di Indonesia pada 2016 yakni Jepang dengan nilai investasi 5,4 miliar dolar AS, kemudian disusul oleh Cina dengan 2,7 miliar dolar AS, Hong Kong sebesar 2,2 miliar dolar AS dan Belanda dengan 1,5 miliar dolar AS.

Tahun Lalu, Investasi di Indonesia Capai Rp 612 Triliun

Adapun sektor usaha yang menjadi pilihan favorit para investor asing yakni industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik (3,9 miliar dolar AS), industri kimia  dan farmasi (2,9 miliar dolar AS), industri kertas dan percetakan (2,8 miliar dolar AS), pertambangan (2,7 miliar dolar AS) serta industri alat angkutan dan transportasi (2,4 miliar dolar AS).

"Apabila sektor industri digabung maka terlihat industri memberikan kontribusi sebesar 16,7 miliar dolar AS atau 57,6 persen dari total penanaman modal asing," kata Thomas, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (25/1).

Jika dilihat dari sebaran proyeknya, Pulau Jawa masih menjadi favorit para investor. Berdasarkan data BKPM, realisasi penanaman modal asing di 2016 terkonsentrasi di lima lokasi, yakni Jawa Barat (5,5 miliar dolar AS), DKI Jakarta (3,4 miliar dolar AS), Banten (2,9 miliar dolar AS), Sumatra Selatan (2,8 miliar dolar AS) dan Jawa Timur (1,9 miliar dolar AS).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA