Thursday, 18 Rajab 1444 / 09 February 2023

Belajar Kitab

Sejarah Lahirnya Adab Al-Wazir

Rabu 25 Jan 2017 19:16 WIB

Rep: Nashih Nasrullah/ Red: Agung Sasongko

Kitab Kuning (Iustrasi)

Kitab Kuning (Iustrasi)

Foto: ROL/Mardiah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Al-Mawardi dikenal sebagai tokoh yang mendalami hukum Islam. Corak pemikiran hukumnya banyak terinspirasi dari gurunya, Abul Qasim Abdul Wahid as Saimari. Sebagaimana sang guru, al-Mawardi menganut mazhab Syaif’i.

Ia juga pernah berguru kepada Abdullah al Bafi dan Syekh Abdul Hamid al-Isfraini. Al-Mawardi menimba ilmu dari kedua tokoh tersebut ketika ia pindah ke Baghdad. Tak hanya pandai di satu bidang, ia juga menguasi disiplin ilmu lain, yakni sastra, filsafat, hadis, dan etika.

Kepakarannya pun banyak menuai pujian. Ia pernah diangkat sebagai kadi di masa pemerintahan dua khalifah sekaligus, yaitu al-Qadir Billah (381-422 H) dan al- Qa’imu Billah (422-467 H). Penghargaan itu ia peroleh bukan tanpa sebab dan alasan kuat, melainkan karena buah dari kepakarannya.

Diceritakan, pada 1037 M, Khalifah al-Qadir pernah meminta empat ahli hukum untuk mengarang sebuah kitab di bidang fikih. Masing-masing mereka mewakili empat mazhab besar yang berlaku kala itu, yaitu mazhab Hanafi, Maliki, Hanbali, dan Syafi’i.

Saat itu, al-Mawardilah yang mendapat kepercayaan tampil sebagai wakil dari mazhab Syafi’i. Ia mengarang sebuah kitab yang diberi judul al-iqna’. Tak disangka, buah karyanya itu mengundang decak kagum para juri. Bahkan, sang khalifah pun mengagumi karyanya.

Dari empat kandidat itu hanya terpilih dua pakar, yakni al-Mawardi dan al-Quduri dengan bukunya al-Mukhtashar. Ketertarikan itu akhirnya diwujudkan dengan disalinnya kitab tersebut ke banyak naskah lalu disebarkan di berbagai perpustakaan.

Magnum opus dari tokoh yang wafat pada 1508 M di usia 83 tahun itu ialah al- Ahkam As Sulthaniyyah. Sebuah karya berharga yang menyumbangkan gagasan tentang konstelasi negara menurut Islam. Kitab ini pun kini telah dialih bahasakan ke berbagai bahasa, seperti Inggris, Prancis, Italia, Indonesia, dan Urdu.

(Baca Juga: Adab al-Wazir Konsep dan Etika Menteri)

(Baca Lagi: Modal Menjadi Pejabat Adalah Takwah)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA